Warga Surabaya Bisa Beli Sembako Murah Saat Ada Operasi Pasar

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 13:59 WIB
Selama Ramadhan, Pemkot Surabaya rutin menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga bahan pokok. Saat operasi pasar, warga bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.
Pemkot Surabaya menggelar Operasi Pasar/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Selama Ramadhan, Pemkot Surabaya rutin menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga bahan pokok. Saat operasi pasar, warga bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.

"Lokasi operasi pasar bisa di kantor kelurahan, kecamatan, balai RT dan RW. Lokasi yang dipilih, tentunya strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Kita gelar operasi pasar. Harga komoditas yang dipasarkan itu di bawah harga pasar," kata Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, Jumat (23/4/2021).

Trio mencontohkan, harga minyak goreng di pasar Rp 14 ribu per liter. Sedangkan di operasi pasar harganya Rp 12.900. "Gula itu di pasar atau toko modern harga Rp 12.500/kg. Kita pasarkan dengan harga Rp 11.800/kg," ujarnya.

Bahkan, lanjut Trio, harga daging ayam juga lebih murah, yakni Rp 30 ribu/kg. Sedangkan di pasaran harganya masih Rp 35 ribu/kg.

"Untuk harga telur di luar kisaran Rp 24 ribu sampai Rp 25 ribu dan di operasi pasar kita jual kisaran Rp 22 ribu. Jadi ada selisih Rp 3 ribu," ujarnya.

Operasi pasar dilakukan bergantian di 31 kecamatan se-Surabaya. Dalam satu hari, Disdag menargetkan operasi pasar digelar di dua sampai tiga kecamatan.

"Target kita di 31 kecamatan. Satu hari minimal di dua lokasi kecamatan. Tapi ada beberapa kecamatan yang menginginkan untuk lebih dari dua lokasi operasi pasar," jelasnya.

Ia menilai, operasi pasar ini sangat efektif untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Terutama selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setidaknya ada dua efektivitas yang diharapkan tercapai dalam operasi pasar tersebut.

Pertama, harganya langsung diterima warga kota dengan murah. Kedua, warga kota tidak perlu jauh-jauh membeli di tengah kota atau di pasar-pasar, apalagi sekarang pandemi.

Selain itu, dalam setiap operasi pasar ini Disdag Surabaya juga menggandeng pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Sehingga warga tak hanya disuguhkan beragam kebutuhan pokok, namun juga produk-produk UMKM Surabaya.

"Jadi warga kota yang ingin ngabuburit atau mencari buka puasa bisa ke (stan) UMKM. Kalau yang ingin mencari kebutuhan pokok penting bisa ke (stan) operasi pasar," pungkasnya.

Simak juga video 'Pemda DIY Minta Pasar Sore Ramadhan Kedepankan Prokes!':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)