Syekh Subakir, Ulama Sebelum Wali Songo yang Petilasannya Diziarahi Semua Agama

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 09:33 WIB
Menengok Petilasan Syekh Subakir, Ulama Sebelum Wali Songo yang Diziarahi Semua Agama
Petilasan atau makam Syekh Subakir Blitar (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Di Blitar ada dua lokasi makam yang diyakini makam para ulama sebelum masa Wali Songo. Menariknya, makam ulama yang melakukan syiar Islam ini dikunjungi beragam agama dan keyakinan untuk berziarah.

Lokasi pertama, dalam tulisan yang terpasang di gapura adalah Makam Syech Subakir di Desa Penataran Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Dari berbagai literasi yang dikumpulkan detikcom, Syech Subakir merupakan seorang ulama dari Persia yang diutus ke tanah Jawa dalam rangka menyebarkan ajaran Islam. Dia diutus oleh Sultan Muhammad I dari Kekaisaran Ottoman di Turki pada tahun 1404 M.

Cerita tutur menyebut, Syech Subakir yang memasang tumbal bagi tanah Jawa. Gunanya untuk menetralisir pengaruh negatif agar Pulau Jawa kondusif kondisinya. Kisah kesaktian Syekh Subakir membuatnya menjadi terkenal dan masyarakat sangat fanatik terhadapnya. Karena kefanatikan itu bisa mengganggu ketauhidan masyarakat Jawa, Syekh Subakir diceritakan memutuskan kembali ke Persia pada tahun 1462 M.

"Informasinya simpang siur. Namun kabar beliau kembali ke negaranya itu mungkin benar. Jadi yang disini itu petilasan atau tinggalan jejak syiar Islam beliau di Blitar. Karenanya di Tuban juga ada makan Syech Subakir, Magelang juga ada," kata Humas Kemenag Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi kepada detikcom, Kamis (22/4/2021).

Sementara pemerhati sejarah, Ferry Riyandika juga menilai, yang di Penataran itu bukan makam Syech Subakir. Melainkan hanya petilasan atau jejak bahwa Syech Subakir pernah syiar Islam sampai ke daerah Nglegok. Seperti juga petilasannya di Gunung Tidar Magelang yang oleh masyarakat awam jamak disebut makam Syech Subakir.

"Karena di situ bentuknya memang makam dan di maesan (Nisan)nya ada simbol Surya. Lambangnya para ulama. Jadi menurut saya, itu adalah makam ulama yang juga berperan penting dalam syiar Islam di Nglegok, Blitar," kata Ferry kepada detikcom.

Lambang Surya di nisan, lanjut Ferry, juga didapati di makam Troloyo, makam Sentono Gedong Kediri dan Di komplek makam Sendang Duwur Lamongan. Sedangkan Agus Hermawan dan Roko Patria Jati dalam jurnal 'Studi Islam Nusantara' (2019) menyebut, era wali songo menandai akhir dari era Hindu-Budha di Nusantara.

Simak juga Video: Ustaz Maaher Akan Dimakamkan di Samping Makam Syekh Ali Jaber

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2