Galau Adik Nikah Duluan, Pria di Blitar Nekat Gantung Diri

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 22:46 WIB
Pria di Blitar nekat gantung diri. Pria 35 tahun itu diduga depresi setelah keinginannya mengakhiri masa lajang tak kunjung terlaksana.
Polisi di lokasi pria tewas gantung diri/Foto: Istimewa
Blitar -

Pria di Blitar nekat gantung diri. Pria 35 tahun itu diduga depresi setelah keinginannya mengakhiri masa lajang tak kunjung terlaksana.

Pria itu berinisial S warga Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Ia ditemukan tewas tergantung di pohon kluweh yang terletak di area persawahan, sekitar pukul 13.30 WIB.

Pagi tadi, bersama dua temannya S pergi ke sawah untuk memanen padi di sawah milik tetangga. Pukul 12.00 WIB, S izin ke teman-temannya untuk istirahat di dekat sawah. Sementara temannya pamit pulang untuk mengambil air.

Namun ketika mereka kembali ke sawah dan bermaksud membangunkan S di tempat istirahat, ternyata dia tidak ada. Kedua temannya kemudian mencari S di sekitar sawah yang dipanen.

Kemudian mata mereka tertuju pada tubuh yang tergantung di pohon kluweh. Ketika didekati, ternyata itu adalah S.

Keduanya tidak berani mendekat, dan melaporkan apa yang dilihat ke pamong desa yang diteruskan ke Polsek Gandusari.

"Menerima laporan kami ke lokasi dan tubuh korban masih tergantung di pohon. Korban tergantung di seutas tali tampar plastik sepanjang 170 cm. Dengan jarak kaki korban ke tanah 50 cm," jelas Kapolsek Gandusari AKP Triwahyudi saat dikonfirmasi, Rabu (21/4/2021).

Bersama dengan bidan desa, anggota Polsek Gandusari melakukan pemeriksaan terhadap jenazah dengan menggunakan APD dan cairan disinfektan. Hasilnya, korban murni tewas gantung diri. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

"Kematiannya murni gantung diri. Dugaan sebab kematian, menurut keterangan keluarganya, korban mengalami depresi dikarenakan ingin menikah namun belum terlaksana. Sedangkan adik-adiknya sudah menikah semua," tambahnya.

Pihak keluarga yaitu orang tua korban menerima takdir meninggalnya S. Mereka membuat surat pernyataan yang tidak menghendaki dilakukan tindakan autopsi pada korban.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(sun/bdh)