Sarang Tikus Ditemukan Saat Sidak Makanan di Pusat Oleh-oleh Tulungagung

Adhar Muttaqien - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 15:07 WIB
toko oleh-oleh ada sarang tikus
Areal pusat oleh-oleh yang jadi sarang tikus (Foto: Adhar Muttaqien)
Tulungagung -

Dinas Kesehatan Tulungagung menyoroti sejumlah toko pusat oleh-oleh yang dinilai kurang memperhatikan kondisi kesehatan lingkungan. Dinkes bahkan menemukan sarang tikus di areal pertokoan tersebut.

Temuan itu diketahui saat dinkes melakukan inspeksi mendadak di pusat oleh-oleh di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Petugas dinkes melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah makanan maupun minuman kemasan yang dijual. Pemeriksaan meliputi tanggal kedaluwarsa, izin edar, kondisi kemasan, kondisi makanan, hingga lingkungan toko.

Kasi Perbekalan dan Farmasi Dinkes Tulungagung Masduki mengatakan dari pemeriksaan itu pihaknya tidak menemukan makanan yang kedaluwarsa. Namun ditemukan beberapa makanan yang izin edarnya telah habis hingga kemasan rusak.

"Ada kemasan yang rusak sampai bocor, kemudian yang izin edarnya sudah tidak berlaku lagi secara hukum," kata Masduki kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

toko oleh-oleh ada sarang tikusToko oleh-oleh ada sarang tikus (Foto: Adhar Muttaqien)

Namun yang menjadi sorotan Dinkes Tulungagung justru kondisi lingkungan di areal sekitar toko. Sebab dari hasil sidak ditemukan beberapa timbunan barang bekas yang menjadi sarang tikus.

"Program pengendali hamanya masih kurang optimal, jadi di lingkungannya masih kami temukan bekas gigitan tikus, kotoran tikus, masih kami temukan," ujarnya.

Kondisi itu dinilai Masduki merupakan faktor kritis dalam usaha makanan dan minuman yang baik. Mengingat keberadaan tikus dapat menganggu lingkungan dan membawa berbagai penyakit.

"Karena dari tikus itu, mulai kotorannya, bulunya, air liurnya, kencingnya semua berpenyakit," jelas Masduki.

Terkait sejumlah temuan itu Dinas Kesehatan Tulungagung akan melakukan pembinaan terhadap para pemilik usaha agar melakukan perbaikan sehingga unit usahanya sesuai dengan standar keamanan pangan.

"Tahun 2021 ini dinas kesehatan mengumpulkan 340 pemilik sarana produksi maupun ritel, kita bina bagaimana cara menjadi ritel yang baik, yang aman dan produksinya bisa bermanfaat," jelas Masduki.

Inspeksi mendadak di sejumlah pusat oleh-oleh hingga toko modern akan terus dilakukan. Hal ini untuk menjaga kualitas pangan dan melindungi masyarakat.

Mei, salah seorang pegawai pusat oleh-oleh mengatakan akan menginformasikan sejumlah temuan dinas kesehatan ke pemilik usaha maupun para sales yang memasok dagangan.

"Ini nanti kami akan bilang ke sales-sales itu agar memperbaiki, agar kalau mau memasukkan barang ke sini lebih enak," kata Mei.

(iwd/iwd)