Kata Mendag Mengapa Harga Ayam di Surabaya Naik

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 13:24 WIB
Harga daging ayam di Surabaya naik Rp 5 ribu dalam sepekan Ramadhan. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut, itu terjadi karena harga pakan ayam yang tinggi.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Pasar Wonokromo (dua dari kanan)/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Harga ayam di Surabaya naik Rp 5 ribu dalam sepekan Ramadhan. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut, itu terjadi karena harga pakan ayam yang tinggi.

"Harga daging ayam itu naik karena pakannya yaitu jagung hari ini tinggi sekali. Jadi sangat bisa ditolerir. Karena harga jagung ini juga sesuai dengan harga kedelai di dunia ini tinggi," kata Lutfi kepada wartawan di Pasar Wonokromo,Surabaya, didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (20/4/2021).

Jadi, kata Lutfi, naiknya harga daging ayam itu sudah ia hitung. Namun, harga ayam di Jawa Timur ini dinilai masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

"Contohnya di Bandung kemarin, harga ayam itu sudah mendekati Rp 40 ribu, di sini Rp 36 ribu sampai Rp 37 ribu. Jadi saya menganggap ini salah satu harga yang paling baik di Indonesia dan saya ucapkan selamat," jelasnya.

Sementara untuk stok pangan di bulan Ramadhan, Lutfi menyebut, di seluruh Indonesia stoknya aman. Hal tersebut juga membuat harga pangan stabil dan terjangkau.

"Karena terjangkau saya mohon Bapak Ibu semuanya juga ikut berbelanja. Karena kita mesti memacu dari konsumsi nasional untuk memastikan pertumbuhan ekonomi ini berjalan dengan baik. Ini salah satunya adalah memastikan bahwa konsumsi ini berjalan dengan baik untuk menggerakkan ekonomi nasional," jelasnya.

Sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, salah satu upaya Pemkot untuk menekan kenaikan harga pangan, yakni dengan melakukan operasi pasar. Pemkot juga bersinergi dengan Pemprov Jatim untuk mempertahankan tempat penghasil, agar barang tetap ada dan harga tidak melonjak.

"Alhamdulillah kami selalu komunikasi dengan provinsi. Seperti bawang merah dari Banyuwangi sama Kediri, ini yang kita pegang terus. Jangan sampai di sana kurang. Karena memang harus ada sinergi betul. Kalau hanya mengandalkan pasar murah tapi kalau penyedia kecil atau sedikit pasti akan melonjak. Stok pangan aman harga juga aman," kata Eri.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Wonokromo, Umrotul Kholifa mengatakan, harga ayam naik hingga Rp 5 ribu. Dari menjelang puasa sampai puasa mengalami kenaikan sedikit demi sedikit.

"Tadi malam naik jadi Rp 37 ribu sampai Rp 38 ribu, normalnya Rp 32 ribu sebelum puasa. Pasokannya terpenuhi, tapi harganya naik. Naik Rp 500 menjelang puasa naik Rp 1.000. Pembeli menurun sekali," pungkasnya.

(sun/bdh)