Vaksin Merah Putih Akan Uji Hewan Besar Tahap 2 Pekan Depan

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 19:40 WIB
Tim peneliti vaksin merah putih, rektor unair, Direktur Pendidikan Profesi dan Penelitian RSU dr Soetomo Surabaya dan Direktur Utama RS Unair
Tim Peneliti Vaksin Merah Putih dan Rektor Unair (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tengah melakukan uji preklinik pada hewan besar makaka sejak 9 April 2021. Rencananya, pekan depan akan dilakukan suntikan virus tahap kedua. Hasilnya, vaksin merah putih ini akan dianalisa terlebih dahulu.

"Baru mulai 9 April suntikan pertama pada hewan (makaka), suntikan kedua dua minggu setelah 9 April, berarti minggu depan. Setelah dua minggu akan diamati. Ini kan masih Mencit (hewan kecil), kemudian diuji tantang dengan strain yang lain yang ada di Indonesia, untuk melihat apakah ini bisa mentolelir strain yang lain," kata Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih kepada wartawan di Gedung Rektorat Unair C, Senin (19/4/2021).

"Saat ini uji makaka, masih kera, uji hewan besar, monyet. Mencit dulu lalu setelah itu kera, tapi uji tantang dulu, kalau bagus baru kera," tambahnya.

Sebelum masuk uji klinis hingga proses produksi massal, tim peneliti akan mengamati vaksin secara mendalam. Agar nantinya vaksin COVID-19 ini tidak menimbulkan efek yang berbahaya. Seperti kasus penggumpalan darah.

"Teman-teman di klinik pasti paham apa saja yang diamati, diperhatikan. Termasuk di hewan, sebetulnya kan analog manusia yang dipakai monyet. Makanya kita nyoba 2 hewan, mice hewan kecil dan makaka (Monyet) hewan besar dengan melihat analog manusia itu dengan kera ini. Kalau di kera bagus, Insyaallah di manusia juga berjalan dengan baik," jelasnya.

Saat ditanya kendala, Nyoman mengaku dulu lebih kepada bahan kimia kemikel. Karena mendatangkan hewan perlu waktu lama untuk menunggu.

"Kalau sudah datang InsyaAllah semua nggak ada kendala, tinggal riset dikerjakan karena bahan sudah siap. Biasanya kesulitannya menunggu," ujarnya.

(fat/fat)