Kata Pakar Politik Soal Mundurnya Pengumuman Reshuffle Kabinet

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 17:51 WIB
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Mochtar W Oetomo
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Mochtar W Oetomo (Foto: Istimewa)

"Pengalaman yang sudah-sudah kan memang selalu multi interpretasi. Kalau dilihat dari kinerja kan ada yang kinerjanya memuaskan, ada juga yang tidak memuaskan. Sejauh ini misalnya nama Nadiem Makarim, KSP Moeldoko banyak disebut akan di-reshuffle. Tapi kembali lagi yang tahu benar pasti presiden, yang bisa menilai secara intensif menteri mana yang menurutnya kinerjanya kurang," papar Mochtar.

Saat disinggung ada isu menteri NasDem yang akan diganti, Mochtar mengatakan nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Kominfo Jhonny G Plate menguat.

"Sejauh ini kan yang tidak banyak terekspos Bu Siti Nurbaya Bakar. Tidak ada program akselerasi yang dilakukan. Lalu Menkominfo kinerjanya tidak optimal juga. Misalkan terkait mudik ini, dia tak menjadi juru komunikasi, juru bicara agar ada informasi yang clear terkait kebijakan pemerintah di masyarakat. Sehingga tidak menjadi kontraproduktif atau melahirkan kontroversi di masyarakat. Kebijakan larangan mudik dengan tempat wisata ini kan juga harus clear," pungkasnya.

Sebelumnya Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan belum diumumkannya reshuffle adalah karena Jokowi butuh waktu dalam menyiapkan pos kementerian baru.

"Pertama adalah perubahan nomenklatur, kedua adalah pembentukan Kementerian Baru. Maka otomatis penataan kelembagaan itu menjadi sesuatu keniscayaan. Memang butuh waktu," ucap Ngabalin.

Menurut Ngabalin, Kemendikbud dan Riset bukanlah kementerian baru di Indonesia. Berbeda dengan Kementerian Investasi yang baru akan dibentuk.

"Kalau kementerian baru, ada menteri investasi. Kalau kementerian Pendidikan, dan Kebudayaan, riset dan teknologi bukan barang baru," kata Ngabalin.


(hil/iwd)