Kerap Berkantor di Desa, Bupati Ipuk Tuntaskan Hampir 10 Ribu Masalah Warga

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 10:41 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sejak kali pertama dilantik pada 26 Februari 2021, tercatat telah tujuh kali berkantor di desa. Di desa yang dituju, Ipuk tinggal seharian, dari pagi sampai azan maghrib untuk mengurai berbagai masalah.

"Alhamdulillah, setiap pekan saya berkantor di desa. Sejauh ini sudah tujuh desa. Ini yang konsepnya berkantor seharian ya, dari pagi sampai maghrib. Kalau yang datang ke desa di luar konsep berkantor di desa tentu sudah puluhan kali," ujar Bupati Ipuk kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Program bupati ngantor di desa (Bunga Desa) adalah program yang dilakukan Bupati Ipuk dan Wakil Bupati Sugirah untuk menjemput bola berbagai permasalahan warga. Tercatat sudah tujuh desa menjadi tempat Ipuk berkantor, yaitu Desa Bayu, Desa Kalipait, Desa Sarongan, Desa Grajagan, Desa Margomulyo, Desa Kajarharjo, Desa Siliragung. Desa-desa tersebut mayoritas berada di daerah terdepan Banyuwangi yang membutuhkan waktu tempuh cukup lama dari pusat kota.

Ipuk mengatakan, di setiap desa, masalah dibagi menjadi dua kategori berdasarkan solusi, yaitu jangka pendek dan jangka menengah-panjang. "Ada masalah yang solusinya jangka pendek, bisa cepat. Ada pula yang perlu waktu seperti infrastruktur," ujar Ipuk.

Dari segi sektor, masalah yang dituntaskan antara lain kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, sertifikat rakyat, jaminan sosial, penguatan petani dan nelayan, UMKM, kepemudaan, rumah tinggal, dan sebagainya.

Berdasarkan data lintas dinas, jumlah masalah yang mendapat solusi selama berkantor di tujuh desa tersebut mencapai 9.720 masalah dari berbagai sektor tersebut, di mana yang cukup banyak adalah soal administrasi kependudukan.

"Dengan kerja tim, sejumlah masalah kita urai. Ada beberapa anak misalnya terancam putus sekolah, langsung diatasi. Ada masalah sarana transportasi untuk petugas kesehatan di daerah yang geografisnya sulit, teratasi juga," jelas bupati perempuan tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2