Geliat Usaha Camilan di Trenggalek Jelang Lebaran

Adhar Muttaqin - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 03:30 WIB
Setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19, kini sejumlah pengusaha jajanan Trenggalek mulai bangkit. Menjelang Lebaran, jumlah pesanan mulai mengalami peningkatan.
Usaha keripik tempe di Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Trenggalek -

Setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19, kini sejumlah pengusaha jajanan Trenggalek mulai bangkit. Menjelang Lebaran, jumlah pesanan mulai mengalami peningkatan.

Seperti yang dirasakan pemilik usaha keripik tempe asal Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Trenggalek, Adi Santosa. Saat ini produksi aneka jajanan seperti keripik tempe, kembang goyang, keripik usus, jamur krispi dan ceker krispi mulai ditingkatkan.

"Alhamdulillah sekarang sudah mulai bangkit lagi, puasa kemarin itu produksi kami anjlok. Biasanya ada 20 pekerja, tahun lalu hanya empat orang. Sekarang sudah ada delapan sampai 11 orang," kata Adi Santosa, Sabtu (17/4/2021).

Meskipun belum sepenuhnya pulih, geliat kebangkitan usahanya kini mulai dapat dirasakan. Untuk memasok kebutuhan jajanan keripik tempe sagu, saat ini ia menghabiskan 40 kilogram bahan baku/hari.

"Ini sudah pulih sekitar 50 persen. Dulu kalau kondisi normal, setiap hari bisa habis 85 kilogram bahan baku. Sekarang 40 kg, ya lumayan lah. Daripada tahun lalu hanya 25 kg," jelasnya.

Pihaknya memprediksi jumlah produksi jajanannya akan mengalami peningkatan lagi jika ada kebijakan kelonggaran untuk mudik Lebaran. Karena akan mendongkrak daya beli jajanan Lebaran maupun oleh-oleh.

"Mudik itu cukup berpengaruh terhadap daya beli konsumen," ujarnya.

Pegawai Lapas Klas 1 Malang ini menambahkan, untuk memasarkan jajanan produksinya, pihaknya menerapkan sejumlah strategi. Mulai pembelian langsung di rumah, pengiriman ke pusat oleh-oleh hingga dipasok ke sejumlah grosir makanan di pasar-pasar tradisional.

"Untuk online sudah mulai mencoba, tapi belum kami maksimalkan," jelas Adi.

Menurutnya geliat kebangkitan usaha jajanan juga dirasakan sejumlah pengusaha yang lain. Maupun para pedagang yang menyalurkan dagangannya.

Pihaknya berharap pandemi COVID-19 segera berakhir. Sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali pulih seperti sedia kala.

"Tahun lalu itu istri saya hampir menyerah, karena omzetnya anjlok, tapi terus saya motivasi untuk bertahan. Alhamdulillah sekarang mulai ada peningkatan lagi," pungkasnya.

(sun/bdh)