77 Tempat Ibadah Rusak Saat Gempa Malang, Khofifah Kirim Tikar hingga Sajadah

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 16:13 WIB
77 Tempat Ibadah Rusak Terdampak Gempa Malang, Khofifah Kirim Tikar hingga Sajadah
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Sebanyak 77 tempat ibadah rusak terdampak gempa di selatan Malang. Agar masyarakat bisa beribadah di bulan ramadhan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengirim sejumlah tikar, terpal, tenda hingga sajadah.

Khofifah mengatakan bantuan ini ditujukan bagi umat Muslim agar nyaman dan khusuk menjalankan salat tarawih di bulan ramadhan.

"Kita mengirim tenda, terpal, tikar termasuk sajadahnya. Ini merupakan opsi untuk mereka menjalankan ibadah salat tarawih," kata Khofifah, Jumat (16/4/2021).

Saat meninjau lokasi terdampak gempa di Kecamatan Kesamben Blitar, beberapa waktu lalu, Khofifah juga menurunkan bantuan 50 lembar terpal.

Selain itu, untuk terus memantau percepatan penanganan pascagempa, Khofifah terus menyisir daerah yang terdampak gempa. Baik Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Blitar.

"Bagi saya seeing is believing. Maka kita turun melihat langsung memastikan bahwa percepatan penanganan pasca gempa terus dilakukan," katanya.

Menurut Khofifah, wilayah terdampak yang mengalami kerusakan cukup parah adalah di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Sedangkan wilayah yang mengalami kerusakan lebih ringan terdapat di Kabupaten Blitar.

Sementara, terkait anggaran yang digunakan untuk membantu wilayah terdampak, Khofifah menjelaskan Pemprov Jatim memiliki Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang dikeluarkan ketika terjadi bencana alam. Dan untuk percepatan penanganan gempa bumi ini, Pemprov Jatim mendapat stimulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Yang mengalami kerusakan berat, stimulannya Rp 50 juta dan itu di luar dari ongkos tenaga kerjanya, kalau yang mengalami kerusakan sedang stimulannya Rp 24 juta, sedangkan yang ringan stimulannya Rp 10 juta. Sedangkan untuk fasum, rekonstruksi bangunann akan disupport Kementerian PU-PR," jelasnya.

Khofifah juga menyampaikan pentingnya percepatan validasi data bagi warga terdampak gempa Malang. Khofifah mengimbau setiap RT maupun RW agar mendata masing-masing warga yang terdampak gempa.

"Menempelkan pengumuman di tiap-tiap RT/RW agar warga mengetahui bahwa rumahnya yang terdampak sudah tercatat. Apakah mengalami kerusakan ringan, sedang atau berat," lanjutnya.

(hil/fat)