Ini Penyebab Harga Ayam Broiler di Jawa Timur Melonjak

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 20:35 WIB
Kadisperindag Jatim Drajat Irawan
Kadisperindag Jatim Drajat Irawan (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Memasuki Ramadhan 2021, harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Salah satunya ayam broiler. Di sejumlah daerah di Jawa Timur, harga ayam broiler mengalami kenaikan.

Di Pasar Asem Kota Surabaya, harga ayam broiler menyentuh angka Rp 40 ribu. Kemudian di Pasar Banyuurip, harga mulai dari Rp 37-40 ribu/kg. Saat normal, harga ayam berada di kisaran Rp 28-30 ribu/kg.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur menduga, kenaikan harga ayam disebabkan kurangnya pasokan. Hal ini disinyalir akibat peternak ayam broiler kesulitan bibit. Ditambah lagi dengan musim hujan yang membuat ayam broiler lebih mudah terserang penyakit.

"Saya menduga, kurang pasokan, ada juga kekurangan bibit serta musim penghujan ini membuat ayam mudah terkena penyakit. Kami akan berkoordinasi dengan pengusaha-pengusaha agar mereka segera mendistribusikan ayamnya," ujar Kadisperindag Jatim Drajat Irawan kepada wartawan, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (13/4/2021).

Drajat mengakui, harga ayam memang naik. Hal itu mengacu pada data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim. Harga daging ayam broiler di Jatim terendah ada di Trenggalek, yakni sebesar Rp 36.500/kg. Sedangkan yang tertinggi di Sumenep seharga Rp 46 ribu/kg.

"Memang ada kenaikan dari sebelumnya. Kenaikan terjadi mulai 1 April 2021. Tiap hari ada kenaikan Rp 1.000/kg. Saat ini, harga ayam broiler di Jatim rata-rata Rp 39.000/kg," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi, Drajat menyatakan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan (Disnak) Jatim. Pihaknya ingin mengetahui apakah kenaikan harga tersebut akibat pasokan yang bermasalah.

"Sekarang kita lakukan pengecekan dengan dinas peternakan. Kita juga cek ke sentra-sentra produksi ayam broiler. Seperti di Kabupaten Blitar," imbuhnya.

Sementara dari sisi demand, Drajat memprediksi kenaikan harga ayam naik, karena permintaan yang cukup tinggi. Khususnya untuk kegiatan Megengan.

"Bisa juga karena permintaan selama ramadhan ini yang mengalami kenaikan. Kita masih akan cek," tandasnya.

(fat/fat)