Pernah Diguncang 9 Gempa Dahsyat, Selatan Jatim Juga 3 Kali Diterjang Tsunami

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 14:11 WIB
Poster
Ilustrasi tsunami (Foto: Edi Wahyono)
Surabaya -

Tak hanya rawan terjadi gempa, wilayah Selatan Jatim juga berpotensi terjadi tsunami. Sejarah mencatat ada tiga kali tsunami yang pernah menerjang daerah Jatim.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan tsunami pertama kali menerjang wilayah selatan Pulau Jawa pada tahun 1840. Tsunami ini terjadi di Pacitan.

"Tidak hanya rawan gempa, tetapi juga rawan tsunami. Tsunaminya pertama kali di Jatim pada tanggal 4 Januari 1840, Kemudian 20 Oktober 1859," kata Daryono saat dihubungi detikcom di Surabaya, Senin (12/4/2021).

Sementara di tahun 1994, Daryono mengatakan tsunami terjadi di wilayah Selatan Jatim, tepatnya di Banyuwangi. Tsunami di Banyuwangi ini memiliki dampak cukup besar.

"Terus yang di Banyuwangi itu tanggal 3 Juni 1994. Yang ini gempanya Magnitudo 7,8, yang meninggal cukup banyak sampai 223 orang, dan 15 orang hilang. tingginya 13,9 meter tsunami 1994, dan dampaknya hingga pantai Malang," imbuhnya.

Sebelumnya, Daryono menyebut Wilayah Selatan Jatim dikenal sebagai kawasan dengan seismik aktif dan kompleks. Artinya, wilayah ini berpotensi terjadi gempa.

BMKG menyebut ada setidaknya 9 kali gempa destruktif atau gempa besar yang merusak infrastruktur di wilayah Selatan Jatim.

"Wilayah Malang Selatan termasuk wilayah seismik aktif dan kompleks Karena di sana ada sumber gempa megathrust, di bawah sana juga ada zona gempa Benioff, kemudian ada juga sesar-sesar aktif di dalam laut di selatan Jatim," papar Daryono.

Daryono menambahkan sampai kapanpun, gempa berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Untuk itu, Daryono mengatakan pentingnya upaya mitigasi.

"Itu semua menjadi sumber gempa di wilayah tersebut. Memang wajar di sana menjadi zona gempa, karena historinya juga banyak. Ini gempanya cukup merusak. Memang sampai kapanpun wilayah itu akan aktif gempa, untuk itu perlu upaya mitigasi struktural yaitu membangun rumah tahan gempa," tandas Daryono.

(hil/iwd)