Ramadhan 2021

Tarawih, Bukber hingga Tadarus di Masjid Surabaya Diperbolehkan, Ini Aturannya

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 12:02 WIB
Jakarta
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Ramadhan dalam pandemi COVID-19 kali ini akan terasa berbeda. Karena, warga Surabaya akhirnya bisa menjalankan salat tarawih, buka dan sahur bersama, bagi-bagi takjil, hingga tadarus di masjid. Tahun lalu, pemerintah melarang hal ini sebagai bentuk pencegahan COVID-19.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah melakukan rapat dengan kantor kemenag, MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan beberapa instansi pada Jumat (2/4). Rapat ini membahas persiapan Ramadhan.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, ada empat hal yang dibahas dengan organisasi keagamaan. Yakni pelaksanaan salat tarawih, buka dan sahur bersama, tadarus, dan salat idul fitri.

"Satu per satu ditelaah. Untuk pelaksanaan salat tarawih bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Pemkot memberi lampu hijau," kata Febri kepada wartawan di Surabaya, Senin (12/4/2021).

Sedangkan aturan yang harus dijalankan oleh masjid dan musala saat menggelar salat tarawih. Yakni menyiapkan protokol kesehatan, memberikan sirkulasi udara dengan membuka pintu dan jendela, sarpras harus disemprot disinfektan berkala saat hendak digunakan.

"Pemkot juga meminta kepada masjid dan musala untuk menyiapkan satgas COVID-19 mandiri untuk mengawasi penerapan prokes. Masih dilarang menggunakan karpet menghindari droplet, mempersingkat pelaksanaan ibadah, dan jaga jarak minimal satu meter," jelasnya.

Aturan salat tarawih juga berlaku saat salat Idul Fitri. Jemaah lebih baik membawa peralatan ibadah pribadi dan tidak bersalaman setelah salat Id.

"Pemkot meniadakan takbir keliling sama seperti tahun lalu, karena bisa memicu kerumunan," ujarnya.

Selain itu, untuk aturan buka dan sahur bersama juga diperbolehkan. Namun, tetap dengan protokol kesehatan saat buka bersama di warung makan, restoran dan hotel. Namun pemkot memberikan panduan dan aturan ketat.

Seperti pengunjung dan karyawan harus sehat. Saat datang terlebih dulu, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, kemudian masker hanya boleh dibuka ketika makan dan minum saja. Penyajian hidangan juga diatur, pengelola tidak diperbolehkan menyediakan makanan prasmanan. Melainkan mengambilkan makanan dan minuman pengunjung.

"Kapasitas ruangan juga menjadi perhatian. Tempat makan hanya diisi maksimal 50%. Pengelola juga wajib menata kursi agar prinsip jaga jarak terpenuhi. Sedangkan yang buka dan sahur bersama di masjid atau musala juga ada aturannya, seperti takjil harus sudah kemasan," urainya.

Selanjutnya
Halaman
1 2