Surabaya hingga Kediri Tunda Sekolah Tatap Muka

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 15:09 WIB
Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi
Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya - Empat kabupaten/kota di Jatim hingga kini belum menggelar uji coba sekolah tatap muka. Keempatnya yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wahid Wahyudi mengatakan salah satu alasan mengapa empat daerah tersebut belum menyelenggarakan sekolah tatap muka. Salah satunya, karena belum mendapat rekomendasi dari Satgas COVID-19 setempat.

"Izin tetap kembali ke Satgas masing-masing kabupaten atau kota. Dalam hal ini yakni Bupati atau Wali Kota sebagai ketua Satgas di daerah," kata Wahid di Surabaya, Rabu (7/4/2021).

Wahid menambahkan pihaknya sudah melakukan uji coba sekolah tatap muka sejak Agustus 2020 lalu. Menurut Wahid, belum ada kasus penyebaran COVID-19 di sekolah selama masa uji coba tatap muka sejak Agustus 2020. Wahid juga menambahkan proses vaksinasi untuk guru masih berlangsung.

"Hampir semua sudah melakukan uji coba sekolah tatap muka. Di Jatim termasuk percontohan, karena kita sudah uji coba sejak Agustus tahun lalu. Sekarang hanya ada 4 daerah yang belum sekolah tatap muka," imbuh Wahid.

Sedangkan untuk daerah yang sudah membuka kembali aktivitas sekolah tatap muka, Wahid menyebut masih dengan pembatasan sesuai zonasi kabupaten/kota.

Untuk zona kuning, uji coba sekolah tatap muka dibatasi maksimal 50 persen. Untuk oranye, maksimal 25 persen. Sedangkan untuk zona merah masih belum direkomendasi untuk uji coba sekolah tatap muka.

Sementara itu, data yang diterima detikcom dari Dinas Kominfo Jatim menyebut empat daerah tersebut kini masuk zona oranye atau berisiko sedang dalam kenaikan kasus COVID-19.

Sedangkan data http://infocovid19.jatimprov.go.id memaparkan di Kota Surabaya, ada 22.937 kasus COVID-19. Namun, 21.424 pasien telah dinyatakan sembuh, 1.354 meninggal dan tinggal 159 pasien yang sedang dirawat atau isolasi mandiri.

Lalu di Kabupaten Kediri, ada 4.423 kasus COVID-19 dengan 3.895 pasien sembuh, 410 meninggal dan 118 pasien masih dirawat. Kemudian di Kota Kediri, konfirmasi kasus COVID-19 ada 1.292, yang sembuh 1.146, meninggal 137 dan pasien aktif tinggal 9 orang.

Untuk di Kota Malang, konfirmasi pasien COVID-19 mencapai 6.206, dengan 5.627 pasien yang sembuh dan 569 meninggal dunia. Lalu, kasus aktif tinggal 10 pasien yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri. (hil/iwd)