Wanita Muda yang Termenung di Pantai Trenggalek Alami Depresi Berat

Adhar Muttaqin - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 20:14 WIB
video menggambarkan seorang wanita termenung di kawasan Pantai Karanggongso, Trenggalek viral di grup whatsapp dan berbagai media sosial (Medsos).
Wanita muda termenung di pantai (Foto: Tangkapan Layar)
Trenggalek -

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek angkat bicara terkait temukan wanita muda yang termenung di Pantai Karanggongso. Wanita itu diduga mengalami depresi dan masalah sosial.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dinsos P3A Trenggalek Christina Ambarwati mengatakan pascaditemukan di pesisir selatan, pihaknya telah melakukan penanganan dengan baik terhadap UH (19) warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang tersebut.

Petugas dinas sosial langsung bergerak cepat dengan menghubungi pemerintah desa dan keluarga UH di Jombang untuk melakukan penjemputan.

"Saat itu kalau tidak salah pamannya dan perangkat desa yang menjemput. Kami bertemu di Tulungagung. Saat itulah kami dapat cerita terkait dia (UH)," ujarnya.

Dari cerita pihak keluarga, UH telah ditinggal mati orang tuanya sejak kecil. Selanjutnya UH diasuh oleh keluarga pamannya hingga beranjak dewasa.

"Nah memang kelihatannya, keluarga pamannya ini berasal dari keluarga sederhana. Kemudian menerapkan pola pengasuhan yang ketat," imbuhnya.

Dari situlah akhirnya muncul persoalan psikologis hingga sosial pada diri UH. Dampaknya UH mengalami depresi dan sulit diajak untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

"Dia itu juga drop out sejak SMP, kemudian sering kabur dari rumah pamannya," imbuh Christina.

Pihak keluarga UH sudah melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan itu, termasuk dimasukkan ke pondok pesantren. Namun kondisi yang bersangkutan belum mengalami perubahan, hingga dua kali kabur ke pesisir selatan Trenggalek.

"Akhir-akhir ini kami dihubungi oleh pihak desa dan minta maaf, Bu mohon maaf kalau sewaktu-waktu kembali ke Trenggalek, keluarga sudah tidak sanggup lagi. Keliahatan keluarga pasrah," kata Christina.

Terkait kondisi itu, Dinsos Trenggalek tidak bisa berbuat banyak, sebab UH merupakan warga Jombang. Selama ini Dinsos Trenggalek telah berupaya membantu mengevakuasi UH dan mengembalikan ke pihak keluarga.

"Kami juga sudah menghubungi jejaring di Dinsos Jombang," imbuhnya.

Christina berharap saat ini UH mendapat penanganan yang tepat dari lembaga yang berwenang, sehingga kondisi psikologisnya kembali normal.

"Kami sangat khawatir, kalau dia sampai mengalami kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Yang ODGJ saja rawan mengalami kekerasan, apalagi dia perempuan," jelasnya.

Menurutnya UH membutuhkan penanganan khusus, karena kondisi psikologisnya sangat terganggu. "Dia memang depresi dan sulit diajak komunikasi," kata Christina.

(fat/fat)