Indonesia Police Watch Sebut Ada Barang Bukti Sabu 11 Kg Hilang di Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 18:16 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom
Surabaya -

Indonesia Police Watch menyoroti dugaan hilangnya barang bukti 11 kg sabu di Surabaya. Menurut IPW, hilangnya barang bukti sabu hilang 11 kg itu terungkap dalam sidang terhadap Agus Hariyanto, kurir narkoba asal Medan, di Pengadilan Negeri Surabaya.

"IPW melihat kasus hilangnya barang bukti sabu sebanyak 11 kg itu menunjukkan adanya mafia pengutil barang bukti di lingkungan aparatur penegak hukum yang membuat barang bukti tidak aman, terutama jenis narkoba. Tikus tikus pengutilnya tidak boleh dibiarkan," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (6/4/2021).

Neta mengatakan dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya, dinyatakan bahwa terdakwa Agus Hariyanto, pada Sabtu (5/9/2020) di Hotel Swiss Bell Medan, Sumatera Utara, bersama Riki Reinnaldo mendapat 35 bungkus (kg) sabu dalam kemasan teh asal China masing masing seberat 1 kg dari bandar Saepudin (DPO) untuk dibawa ke Jakarta dan Surabaya.

Barang bukti sabu yang dimasukkan dalam dua koper tersebut, oleh Agus sebanyak 15 bungkus (15 kg) diserahkan kepada pengedar di Jakarta. Senin (6/9/2020) Agus bersama dua rekannya yakni Nur Cholis (44) dan Riki Reinnnaldo (22) ditangkap di salah satu hotel di kawasan Sukomanunggal, Surabaya.

Karena berusaha melawan dan menyerang petugas menggunakan parang saat akan diamankan, kedua rekan Agus yakni Nur Cholis dan Riki Reinnaldo ditembak mati.

"Dari tangan ketiganya petugas menyita barang bukti sabu seberat 21 kg. Namun ternyata saat disidangkan barang bukti di pengadilan hanya 10 kg dan yang 11 kg lainnya raib entah ke mana," kata Neta.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Anton Delianto menyebut bahwa tidak ada penghilangan 11 kg sabu pada persidangan terdakwa kasus narkoba. Sebab, pihaknya hanya menerima 10 kg sabu seperti yang tertuang dalam berkas.

"Jadi, atas nama (terdakwa) Agus Hariyanto itu di dalam BA penyitaan maupun perkara pengadilan itu tertera 10 kg. Di berkas berbunyi 10 kg, kita kan berdasarkan berkas," terang Anton.

Selanjutnya
Halaman
1 2