Prof Nidom Sebut Varian Corona Eek Mutasi dari B117 dan Lebih Ganas

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 16:30 WIB
Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom
Prof Nidom (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya - Setelah mutasi virus B117 dari Inggris menghebohkan masyarakat, kini muncul mutasi virus E484K varian Eek. Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom menyebut virus ini mutasi dari B117. Bahkan, virus baru ini lebih ganas dari mutasi virus sebelumnya.

"Jadi istilahnya disebut escape mutation berasal dari B117 itu. Jadi B117 ada mutasi lagi di dalamnya yaitu varian Eek. Para ahli sepakat bahwa itu escape mutan, yaitu cara virus menghindari antibodi yang ada dalam tubuh, sehingga tidak mau mati," kata Prof Nidom saat dihubungi detikcom, Selasa (6/4/2021).

Nidom menjelaskan, mutasi virus tersebut pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dengan kode B1351 dan di situ terdapat E484K. Namun B117 sudah terkenal lebih cepat. Kemudian berdasarkan informasi E484K lebih ganas.

"Virus ini (E484K) selain lebih cepat juga mengkhawatirkan penularannya, sifat keganasannya lebih muncul dan disebut escape mutan. Itu proses virus dalam rangka menghindari antibodi dalam tubuh. Setelah diselediki di Brazil ada, Inggris juga ada. Kalau di Inggris informasinya termutan 20 virus dari sekitar 200 ribu pengujian," ujarnya.

Sedangkan mutasi virus Corona B117 dinilai lebih cepat dari mutasi D614G. Prof Nidom khawatir mutasi virus ini lebih ganas, karena virus ini akan meningkat setelah terpapar dan bertemu dengan antibodi.

Selanjutnya
Halaman
1 2