Seribu Guru di Lamongan Telah Divaksin COVID-19

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 19:18 WIB
sekolah tatap muka di lamongan
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Saat ini sudah hampir seribu guru di Lamongan sudah divaksinasi COVID-19. Ditargetkan, ada 13 ribu guru di Lamongan yang akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 untuk persiapan menjelang dibukanya Pembelajaran Tatap Muka pada pertengahan tahun ini.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan dari target itu, sudah terpenuhi hampir seribu guru yang telah mengikuti vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi untuk guru sendiri, menurut bupati yang akrab disapa Pak Yes ini, mengikuti jumlah vaksin yang diterima oleh Lamongan.

"Dari target kita 13 ribu guru, hingga hari ini sudah terpenuhi hampir seribu guru yang sudah divaksin, karena kita juga menyesuaikan dengan jumlah datangnya vaksin," kata Yuhronur Efendi usai mengikuti kunjungan kerja Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Jawa Timur, Ully Nico Afinta yang meninjau langsung simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Lamongan, Rabu (31/3/2021).

Nantinya, jelas Yuhronur, seluruh pendidik dan tenaga pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK di Lamongan hendaknya divaksinasi untuk pelaksanaan sekolah tatap muka.

"Sudah ada beberapa sekolah yang uji coba Pembelajaran Tatap Muka ini, makanya untuk menjaga kualitas pendidikan di Lamongan kita antara lain juga meluncurkan program sekolah digital dan Gerakan Lamongan Sehari Satu Buku (Gerlamsesaku) yang antara lain mengajak siswa untuk tidak berhenti untuk membaca," terangnya.

Seiring dengan datangnya vaksin ke Lamongan maka jumlah guru yang akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 akan terus bertambah. Selama ini, kata Yuhronur, Lamongan juga sudah ada sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meski hanya uji coba.

"Insyaallah Lamongan siap untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tahun pelajaran baru 2021. Pasalnya, perilaku protokol kesehatan di Lamongan sudah mulai terlatih dengan simulasi dan adaptasi kenormalan baru," ujar Yuhronur.

Yuhronur menambahkan kesiapan Lamongan ini juga sudah ditunjang dengan status penyebaran COVID-19 di Lamongan yang saat ini sudah berada di zona kuning.

"Yang terpenting, pelaksanaan PTM harus memprioritaskan keselamatan dan kesehatan anak didik. Kalau anak didik masuk full saat tahun ajaran baru sangat siap. Tentunya tetap mengacu pada aturan pemerintah daerah dan komite sekolah sebagai perwakilan orang tua," terangnya.

Sementara, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Jawa Timur, Ully Nico Afinta meninjau langsung persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Lamongan, tepatnya di TK SD Kemala Bhayangkari, Jalan Kombespol M Duryat. Istri Kapolda Jatim itu mengecek segala persiapan yang sudah dilakukan pihak sekolah. Mulai dari bilik sterilisasi, sarana cuci tangan, ketersediaan masker dan ruang kelas.

(iwd/iwd)