Tes COVID-19 dengan Saliva Dinilai Aman Tanpa Ganggu Puasa

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 12:56 WIB
Tes COVID-19 yang dinilai akurat dan biasa digunakan yakni swab PCR. Namun ada yang menghindari tes ini saat puasa, karena dalam prosesnya harus memasukkan alat ke dalam hidung atau tenggorokan. Maka dari itu, tes Saliva (menggunakan air liur) dinilai bisa menjadi salah satu pilihan tes Corona saat puasa.
Tes Saliva/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Tes COVID-19 yang dinilai akurat dan biasa digunakan yakni swab PCR. Namun ada yang menghindari tes ini saat puasa, karena dalam prosesnya harus memasukkan alat ke dalam hidung atau tenggorokan.

Maka dari itu, tes Saliva (menggunakan air liur) dinilai bisa menjadi salah satu pilihan tes Corona saat puasa. Dr May Fanny Tanzilla SpPK, Manajer Granostic Center Surabaya mengatakan, tes Saliva merupakan salah satu yang tidak mengganggu ibadah puasa dan tingkat keakuratannya lebih dari 96 persen.

"Tes Saliva ini untuk menjawab saat Bulan Ramadhan. Tidak berpengaruh saat puasa, jadi bisa dilakukan," kata May di Granostic Center Surabaya, Selasa (30/3/2021).

Saat berpuasa, tak sedikit yang merasa dehidrasi. Sehingga sedikit sulit untuk mengeluarkan air liur dalam mulut. Agar air liur bisa tetap keluar, terdapat trik gerakan yang bisa dilakukan agar tes COVID-19 tetap bisa berjalan.

Salah satu caranya yaitu massage atau memutar-mutar area pipi secara perlahan, agar air liur bisa keluar. Perlu diingat, saat melakukan tes Saliva, air liur tidak boleh berbusa dan hanya diambil satu mili saja.

"Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan. Sebelum tes, petugas akan mengarahkan pasien bagaimana ludah bisa dikeluarkan dalam jumlah maksimal," jelasnya.

Berikut proses tes Saliva:

1. Gerakkan pipi dengan cara memutar untuk memicu memproduksi air liur
2. Buka segel Saliva Collector Tube
3. Ludahkan/teteskan air liur ke dalam Saliva Collector Tube kurang lebih sebanyak 1 ml. Pastikan sampel tidak memiliki gelembung
4. Tuang cairan buffer sampai habis ke dalam Saliva Collector Tube dengan hati-hati
5. Lepas bagian atas Saliva Collector Tube secara hati-hati, kemudian tutup dengan rapat
6. Kocok tabung sampel hingga tercampur selama kurang lebih 30 menit
7. Pasangkan label identitas ke tabung sampel ke kantong biohazzard
8. Masukkan tabung sampel dan seluruh peralatan yang telah digunakan ke dalam kantong biohazzard
9. Masukkan kantong biohazzard tersebut ke dalam kantong plastik bening awal. Tutup rapat.

Lihat juga video 'Pemerintah Bakal Ganti Test SWAB PCR ke Test Air Liur':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)