Mempelai Wanita di Pasuruan Meninggal Sebelum Akad Nikah, Warga Tetap Kondangan

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 22:45 WIB
Mempelai wanita di Pasuruan meninggal sebelum melangsungkan akad nikah. Undangan yang terlanjur hadir tetap menyumbang.
Tokoh masyarakat Desa Karanganyar, Ali/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Mempelai wanita di Pasuruan meninggal sebelum melangsungkan akad nikah. Undangan yang terlanjur hadir tetap menyumbang.

Mempelai perempuan yang meninggal bernama Umi Salama warga Dusun Silorentek Barat, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Ia meninggal Kamis (25/3/2021), tiga jam sebelum melangsungkan akad nikah.

Ketua RT 5/RW 1 Desa Karanganyar, Nurul Huda mengatakan undangan pernikahan sudah menyebar. Tenda pernikahan juga sudah berdiri. Namun takdir mengubah suasana suka cita pernikahan menjadi duka kematian.

"Nggak ada yang menyangka. Tapi warga yang diundang tetap bowo (menyumbang)," kata Nurul Huda, Sabtu (27/3/2021).

Ali, tokoh masyarakat setempat menambahkan, orang tua almarhumah Salama sudah berusaha keras mengobatkan sakit anaknya. Namun umur, kata dia, milik Tuhan.

"Kalau pengobatan dikejar sama orang tuanya. Ya gimana lagi," jelas Ali.

Diberitakan, mempelai wanita di Pasuruan meninggal sebelum melangsungkan akad nikah. Kisah pilu ini tersebar di media sosial lewat video yang diberi teks 'Pelaminan Menjadi Keranda'.

Dalam video berdurasi 20 detik yang didapat detikcom, tampak orang-orang menggotong keranda melintasi warga yang rata-rata memakai sarung dan kopiah. Keranda berkain hijau itu digotong dari tenda pernikahan menuju ke pemakaman.

Kemudian, seorang pria berkemeja putih dengan kopiah hitam tampak larut dalam kesedihan. Beberapa orang menenangkan pria yang merupakan mempelai pria.

Peristiwa dalam video itu dibenarkan bibi almarhumah. Saat mendatangi rumah duka, seorang perempuan paruh baya menyambut detikcom. Perempuan itu mengaku bibi almarhumah Salama.

"Itu rencana akad nikah Kamis malam Jumat, habis isya. Tapi keponakan saya meninggal sore," kata bibi almarhumah.

Di rumah duka tampak beberapa perempuan menyiapkan masakan untuk tahlilan almarhumah. Beberapa jajajan yang sedianya untuk pernikahan juga masih ada.

"Tolong ya, saya nggak bisa bicara banyak. Saya khawatir orang tuanya (almarhumah) nggak berkenan. Di dalam, masih berduka," kata perempuan yang tak menyebut nama.

(sun/bdh)