Kronologi Penculikan Ara Oleh Pakde dan Budenya

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 18:57 WIB
Oke Ary Aprilianto (34) dan Hamidah (35) ditetapkan sebagai tersangka penculikan Nesa Alana Karaisa atau Ara. Lalu apa motif kedua tersangka yang tak lain pakde dan bude Ara?
Pakde dan Budenya Ara (bertopeng) jadi tersangka penculikan/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya -

Nesa Alana Karaisa atau Ara, bocah 7 tahun yang dikabarkan hilang sejak Selasa (23/3) akhirnya ditemukan di Pasuruan. Pelakun penculikan yakni Oke Ary Aprilianto (34) dan Hamidah (35) yang tak lain pakde dan budenya Ara.

Dalam pengakuannya, kedua tersangka nekat menculik karena sakit hati dengan Tri Budi Prasetyo dan Safrina Anindia Putri atau orang tua Ara. Sakit itu dipicu karena anak tersangka sempat ditampar dan sering cekcok terkait masalah warisan rumah.

Kanit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Fauzy menuturkan, Ara diculik saat bermain di sekitar Taman Teratai, Selasa (23/3). Saat itu kedua tersangka memanggilnya dan mengajak makan bakso dan diajak potong rambut.

"Korban dipanggil saat bermain dan diajak keliling kemudian makan bakso dan potong rambut ke salon. Kemudian mereka membawa ke Pasuruan di rumah Musrufah istri nomor dua tersangka Ary," jelas Arief kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Meski sakit hati kepada orang tua Ara, kedua tersangka memperlakukan Ara dengan baik. Namun Ara dilarang menghubungi kedua orang tuanya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Ary yang juga sekaligus otak penculikan saat dihadirkan dalam rilis. Meski mengaku sakit hati dengan orang tua korban, tapi Ara diperlakukan baik seperti anaknya sendiri selama penculikan itu.

"Selama ikut saya, gak ada kekerasan kepada korban karena sudah saya anggap putri saya sendiri," tutur Ary.

Kini kedua tersangka mengaku menyesal atas penculikan yang dilakukan keponakannya itu. Dalam kesempatan itu juga, mereka menyampaikan maaf kepada keluarga Ara dan masyarakat karena telah membuat heboh.

"Saya menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar dan kepada masyarakat Jawa Timur dan kepolisian yang sudah merasakan apa yang sudah kita perbuat," pungkas Ary.

(sun/bdh)