Warga Lamongan Sulap Bengawan Mati Jadi Tempat Budidaya Ikan Keramba

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 13:58 WIB
Bengawan mati tidak berarti menghentikan manfaat. Di Lamongan, warga memanfaatkan bengawan mati sebagai tempat budidaya ikan air tawar.
Bengawan mati yang jadi tempat budidaya ikan keramba/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan -

Bengawan mati tidak berarti menghentikan manfaat. Di Lamongan, warga memanfaatkan bengawan mati sebagai tempat budidaya ikan air tawar.

Ya, bengawan mati. Bagi sebagian orang mungkin merasa asing dengan kata bengawan mati ini. Namun tidak bagi warga yang tinggal di sekitar Bengawan Solo, terutama di Lamongan. Bengawan mati adalah aliran sungai Bengawan Solo yang telah mati atau tidak teraliri air dari Bengawan Solo karena aliran airnya dialihkan.

"Bengawan mati dulunya adalah Bengawan Solo. Namun sejak pemerintahan membangun Bengawan Solo di sisi utara Desa Tejoasri. Bengawan ini akhirnya mati dan tidak digunakan lagi," kata Kepala Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Yusuf Bachtiar saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Yusuf menuturkan, bengawan mati ini memiliki panjang sekitar 8 km dan berpotensi untuk bisa menghidupi dan dimanfaatkan warga. Yusuf mengatakan, dulunya air sungai dari hulu ke hilir sungai terpanjang di Jawa itu selalu lewat desa mereka. Namun, seiring pembuatan sudetan dan pembangunan di Bengawan solo, saat ini air sudah dialihkan ke bengawan yang baru dibangun.

"Ya sebelum dijadikan lokasi budidaya ikan, tempat ini adalah Bengawan Solo. Tapi setelah tidak dipakai lagi kita jadikan tempat budidaya ikan di mana warga menyebut lokasi ini sebagai bengawan mati," ujarnya.

Memanfaatkan aliran air di bengawan mati ini, lanjut Yusuf, warga kemudian membudidayakan ikan air tawar dengan sistem keramba. Berbagai macam ikan tawar yang dipelihara oleh para warga seperti ikan mujair, nila dan lainnya.

"Warga memanfaatkan bengawan mati untuk budidaya ikan, karena air yang berada di bengawan ini jernih dan tidak pernah surut, meskipun musim kemarau berkepanjangan," tutur Yusuf.

Tonton juga Video: Menarik Jaring Apung, Ratusan Ikan Terperangkap, Sumatera Utara

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2