Dua Bulan Terendam Banjir, Warga 49 Desa di 6 Kecamatan Lamongan Hanya Pasrah

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 17:43 WIB
Warga 49 Desa di 6 Kecamatan Lamongan Hanya Pasrah rumahnya terendam banjir
Banjir di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Selama dua bulan ini, warga 49 desa di 6 kecamatan Lamongan, hanya bisa pasrah saat daerahnya terendam banjir. Meski bosan karena kerap banjir tiap tahun, namun warga tak berkutik dengan luapan air Sungai Bengawan Njero.

Data yang dihimpun, banjir di 6 kecamatan ada di Kecamatan Kalitengah, Turi, Glagah, Karangbinangun, Deket dan Karanggeneng. Di 6 kecamatan ini, Glagah menjadi kecamatan dengan jumlah desa terendam banjir paling banyak, yakni 15 desa.

"Ya mau gimana lagi, banjir selalu datang kembali setelah sebelumnya sempat surut," kata Mahmud pasrah, salah satu warga Kecamatan Kalitengah kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Dia mengakui banjir di Lamongan kali ini merupakan banjir terparah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Banjir kali ini merupakan banjir terparah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Air kiriman dari daerah selatan dan curah hujan juga tinggi," terangnya.

"Ya, karena banjir jadinya ya jarang bisa jalan-jalan karena jalannya terendam banjir," imbuh Arif, salah satu warga Kecamatan Kalitengah.

Ketinggian air yang menggenangi jalan akibat banjir luapan Sungai Bengawan Njero inipun bervariasi antara 25 cm - 85 cm. Bahkan, ada juga jalan yang terendam hingga 1 meter sehingga menyebabkan banyak motor yang mogok karena nekat melalui jalan yang terendam banjir tersebut.

Kabag Prokopim Pemkab Lamongan Arif Bachtiar mengungkapkan, banjir dengan ketinggian air ada yang mencapai hingga 1 meter itu merupakan banjir susulan sejak Desember 2020 lalu. Arif mengungkapkan, setelah banjir yang terjadi Desember lalu, air mulai surut dan ketinggiannya mulai turun. Namun karena cuaca ekstrem dan hujan deras yang merata di wilayah Lamongan sehingga banjir susulan.

"Saat ini petugas mengalami kendala dalam menyalurkan pembuangan air karena Bengawan Solo juga tinggi sehingga pintu air tidak bisa dibuka," jelasnya.

Pihaknya, lanjut Arif, mengerahkan semua pompa yang ada dengan kapasitas 500-1.000 kubik/detik yang ditempatkan di dua titik. "Saat ini semua pompa banjir dinyalakan. Ke depan dilakukan peningkatan dan optimalisasi daya tampung embung, rawa dan saluran. Termasuk melakukan komunikasi lintas kabupaten, seperti dengan Bojonegoro, Tuban dan Gresik," pungkasnya.

Lihat Video: Banjir Bikin Pelajar di Lamongan Terpaksa Naik Perahu ke Sekolah

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)