Kasus Viral Nyanyi Tanpa Masker, Wali Kota Blitar Mengaku Khilaf dan Terlena

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 23:27 WIB
Wali Kota Blitar, Santoso
Wali Kota Blitar Santoso (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Wali Kota Santoso secara terbuka meminta maaf kepada warga Blitar. Dia mengaku khilaf saat menyanyi dengan melepas masker dan terlena dengan suasana tasyakuran.

Wali Kota Santoso mengaku sadar dan telah diingatkan masyarakat Kota Blitar. Santoso menyadari, dengan melepas masker saat menyanyi merupakan bagian dari kekhilafannya.

"Tapi saya sadar dan terima kasih sudah diingatkan. Itu bagian dari kekhilafan saya. Saya akui terlena suasana pada saat itu sehingga itu dipandang sebuah pelanggaran. Tapi setelah nyanyi, saya pakai masker lagi," ujar Santoso.

Sebagai Ketua Satgas COVID-19, Santoso menjelaskan secara masif terus berkoordinasi dengan stake holder terkait dalam penanganan penyebaran virus Corona di Kota Blitar. Seperti rapat evaluasi yang dilakukan hari itu, bahwa kasus baru paparan virus COVID-19 di Kota Blitar mengalami penurunan.

"Secara prinsip saya mohon maaf atas kekhilafan saya. Mudah-mudahan itu bagian kepedulian dari masyarakat kepada saya. Terima kasih itu bentuk mengingatkan yang terbaik buat saya. Masih banyak yang harus saya lakukan untuk memimpin Kota Blitar untuk masa yang akan datang. Saya mohon bantuan semuanya agar suasana kondusif dan saya lebih konsen membawa kota ini menuju yang lebih baik," pungkasnya.

Wali Kota Blitar Santoso, memang telah meminta maaf atas videonya yang viral. Dalam video berdurasi 4.28 itu, Santoso bernyanyi tanpa memakai masker. Ada kerumunan di sekitarnya, tanpa menjaga jarak. Santoso juga terlihat membagikan uang kepada beberapa perempuan tanpa mengenakan sarung tangan.

Selain meminta maaf, Santoso juga berjanji tidak akan mengintervensi proses hukum dugaan pelanggaran prokes di video itu. Dia akan menghormati instansi yang berwenang menjalankan tugas mereka. Karena Santoso menilai, masing-masing instansi punya SOP dalam penanganan suatu kasus yang terjadi.

(fat/fat)