22 Terduga Teroris Ditangkap di Jatim, Diskusi Cegah Paham Radikal Digelar

Suparno - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 16:13 WIB
Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan paham radikal hingga terorisme, Polresta Sidoarjo menggelar Focus Group Discussion (FGD). Temanya Terorisme Musuh Kita Bersama.
Polresta Sidoarjo menggelar Focus Group Discussion (FGD)/Foto: Suparno
Sidoarjo -

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan paham radikal hingga terorisme, Polresta Sidoarjo menggelar Focus Group Discussion (FGD). Temanya 'Terorisme Musuh Kita Bersama'.

FGD diikuti oleh para instansi terkait. Seperti Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo hingga Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo. Dengan protokol kesehatan yang ketat, FGD juga diikuti para tokoh agama Sidoarjo. Yakni Ketua PCNU Sidoarjo, Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo dan Ketua MWC NU Sidoarjo.

Selain itu, yang hadir dalam FGD kali ini yakni Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, Dir Intelkam Polda Jatim, BNPT (Densus 88 ATT) dan Eks teroris Muhammad Yusuf bersama Sahrul Munib sebagai nara sumber.

Kedatangan Tim Divisi Humas Polri di Jawa Timur khususnya di Polresta Sidoarjo, untuk secara langsung melihat kegiatan kontra radikal yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Timur dan jajarannya.

Saat memberikan sambutan, Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa diskusi ini berfokus pada memerangi terorisme, dan mencegah paham radikal masuk ke Indonesia. Khususnya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kombes Ahmad juga mengungkapkan bahwa FGD ini digelar bertujuan untuk memberikan ketahanan terhadap paham-paham radikal, yang merupakan bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia. "Karena pemahaman radikal tersebut bisa tumbuh dan berkembang serta bisa berpengaruh terhadap masyarakat," kata Ahmad di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (9/3/2021).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Mabes Polri telah merilis 22 orang terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur. Salah satu lokasi penangkapannya yakni Sidoarjo. Sebelumnya Mabes Polri juga telah menangkap teroris di Makassar, Gorontalo dan Lampung.

Ahmad menjelaskan, ada dua kelompok jaringan teroris di Indonesia. Yaitu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jemaah Islamyah (JI). Kelompok atau jaringan teroris JI terafiliasi dengan kelompok teroris Al Qaeda. Sedangkan kelompok teroris JAD terafiliasi dengan ISIS.

"Teroris dan radikal seperti sel-sel yang tidur yang suatu saat akan bangun dan bangkit dan membahayakan orang banyak," jelas Ahmad.

Ahmad menambahkan, perlu pola pencegahan yang harus dilakukan oleh Polri, dengan cara preventif terhadap paham radikal dan terorisme di Indonesia. Diharapkan, tokoh-tokoh masyarakat nantinya bisa bersama-sama membantu memerangi aksi terorisme di Indonesia.

"Jadi dengan kegiatan kita hari ini diharapkan dapat menjadikan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme," pungkas Ahmad.

Simak Video: Densus 88 Tangkap 22 Terduga Teroris di Jatim

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)