Dinkes Sebut Peserta Video Viral Wali Kota Blitar Cukup Diantigen

Erliana Riady - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 21:23 WIB
viral wali kota blitar nyanyi tanpa prokes
31 Orang yang hadir di acara Wali Kota Blitar dites antigen (Foto: Istimewa)
Blitar -

Penanganan dugaan pelanggaran prokes pada video viral Wali Kota Blitar sedang berjalan. Polisi meminta semua peserta yang datang di tasyakuran dites swab, namun Dinkes berpendapat cukup dengan tes antigen.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Blitar Didik Djumiadi mengatakan pihaknya (dinkes) hanya diperintahkan untuk melaksanakan tes antigen bagi peserta yang datang di acara tasyakuran pelantikan Wali Kota Blitar periode 2021-2024.

"Jadi perlu saya jelaskan, dinkes hanya diperintah untuk melaksanakan rapid antigen yang datang di acara syukuran," jawab Didik menjawab pertanyaan wartawan di grup aplikasi percakapan, Senin (8/3/2021).

Didik mengaku tidak mengetahui jumlah pasti peserta yang datang di acara yang videonya viral itu. Namun yang datang di Labkesda Kota Blitar hari ini tercatat sebanyak 31 orang.

"Saya tidak tahu persis berapa jumlahnya. Yang datang untuk periksa rapid antigen 31 orang. Semua hasilnya negatif. Apakah ini sudah semua, mungkin bisa ditanyakan panitia," tambahnya.

Sementara hasil keterangan Polresta Blitar dari lima orang yang dipanggil, ada sekitar 40 sampai 50 orang yang diundang. Wali Kota Blitar Santoso menurut keterangan saksi, juga hadir sebagai undangan. Dalam rilisnya tadi siang, Kapolresta Blitar AKBP Yudhi Heri Setiawan meminta semua peserta yang hadir di tasyakuran akan diambil tes swabnya.

"Hari ini kami juga telah mengambil tes swab kepada sebanyak 15 orang yang hadir di acara tersebut. Targetnya, semua peserta yang hadir di acara itu akan diswab massal untuk memastikan ada atau tidaknya potensi penyebaran virus Corona," kata Yudhi.

Namun ketika detikcom berusaha mengcros cek apakah laporan dinkes sudah masuk ke Polresta Blitar, Yudhi belum memberikan jawaban. Screening berupa tracing dan testing yang dilakukan dinkes terhadap peserta tasyakuran itu berdasarkan request dari Polresta Blitar. Hal ini merupakan bagian dari proses mengidentifikasi apakah ada dugaan pelanggaran protokoler kesehatan selama acara tasyakuran itu berlangsung.

Karena dalam video yang viral, tampak Wali Kota Blitar Santoso bernyanyi dan berjoget di atas panggung tanpa memakai masker. Beberapa orang di atas panggung itu juga berjoget tanpa menjaga jarak. Bahkan Wali Kota Santoso sempat berpegangan bahu dengan dua orang di sebelah kanannya. Wali Kota Santoso juga menyawer tiga wanita berpakaian seksi di belakangnya dan seorang penyanyi lain tanpa mengenakan sarung tangan.

(iwd/iwd)