'Polisi' Perampas Handphone 3 Pemuda di Surabaya Diburu Polisi

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 21:21 WIB
polisi gadungan
Korban usai melapor di Polsek Genteng/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Polisi Surabaya memburu pelaku perampasan handphone milik tiga pemuda di Jalan Urip Sumoharjo pada Rabu (3/4). Saat melakukan perampasan, pelaku mengaku sebagai polisi.

Saat itu, tiga korban pulang mencari makan di Jalan Pandegiling. Di sana tiba-tiba ada seorang pria yang mengendarai motor dan meminta mereka yang mengendarai mobil untuk minggir. Lalu, mereka dituduh membawa sabu seberat 6 kg.

Pelaku yang mengaku sebagai polisi kemudian mengeluarkan senter dan diarahkan ke mereka. Mereka dimintai kartu identitas serta. Empat handphone mereka juga diminta dengan alasan pemeriksaan. Selain itu, mereka juga diminta untuk tidak keluar dari mobil.

Kemudian handphone mereka juga dibawa kabur. Merasa jadi korban perampasan HP, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Kita sudah turunkan full team, Jatanras dan Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya mengejar pelaku. Kita sudah tahu arahnya (petunjuk)," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP OKi Ahadian kepada detikcom, Sabtu (6/3/2021).

Oki mengimbau masyarakat agar tidak percaya begitu saja, jika menemukan seseorang yang mengaku anggota kepolisian. Pihaknya mengimbau warga untuk meminta surat perintah dan bertanya anggota dari mana, jika ada yang melakukan pemeriksaan atau penangkapan. Terlebih jika hal tersebut dilakukan di jalanan.

"Harus ditanyakan dengan jelas, polisi dari mana, sprint (surat perintah). Kemudian polisi tidak pernah membiarkan orang yang ditangkap untuk jalan sendiri tidak mungkin. Semuanya dalam kontrol, pengawasan dan pengendalian petugas," ungkap Oki.

Seperti dalam kasus perampasan tersebut, ia memastikan itu polisi gadungan. Sebab pelaku menggiring tiga korban ke kantor polisi dengan kendaraan masing-masing.

"Jadi aneh sekali, ternyata polisi itu memberikan kesempatan orang yang diduga (melakukan kejahatan) dalam kondisi dapat melarikan diri itu aneh. Untuk antisipasi (penipuan), ketika ada polisi mau ajak ke kantor polisi, ayo saya ikut Bapak, satu mobil dengan saya, untuk antisipasi (penipuan orang mengaku polisi)," pungkas Oki.

(sun/bdh)