Pastikan Aman B117, Khofifah Ingin Pengurutan DNA Bisa Dilakukan di Jatim

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 13:44 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Khofifah (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan wilayahnya masih aman dari penyebaran varian baru virus Corona B117. Dia berharap proses pengurutan DNA (Sequencing) tidak hanya terpusat di Puslabkes Jakarta, tapi juga bisa dilakukan dua laboratorium di Jatim.

Khofifah mengatakan, pihaknya telah mengirim 76 sampel virus Corona ke Puslabkes di Jakarta. Hasilnya, tidak satu pun sampel yang menunjukkan adanya virus Corona B117.

"Alhamdulillah konfirmasi sampai dengan pagi ini saya tanya sampel yang dari Jawa Timur tidak ditemukan mutasi B117 seperti yang teman-teman mendapatkan informasi itu ditemukan di Karawang, Jawa Barat. Jadi, alhamdulilah semua sebetulnya terkontrol," kata Khofifah usai sertijab Bupati-Wabup Mojokerto di kantor DPRD Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Jumat (5/3/2021).

Untuk mengantisipasi penyebaran varian baru virus Corona tersebut di Jatim, lanjut Khofifah, Satgas COVID-19 melakukan sampling terhadap orang-orang yang datang dari daerah terkonfirmasi B117. Di lain sisi, dia berharap pengurutan DNA tidak terpusat di Puslabkes Jakarta. Namun, juga bisa dilakukan di Institute of Tropical Disease (ITD) Unair dan Balitbangkes Jatim.

"Kami sedang berusaha supaya, ini kan masih tersentral di Jakarta. Sebetulnya Balitbangkes (Jatim) yang ada di Surabaya, kemudian ITD di Unair sudah memungkinkan untuk bisa melakukan sequencing terhadap sampel yang kemungkinan itu bisa diidentifikasi siapa pulang dari mana, siapa pulang dari mana," terangnya.

Masyarakat diimbau tidak panik dengan virus B117. Kemenkes menyebut varian baru virus Corona tersebut bisa menular dengan cepat. Namun, virus ini tidak mengakibatkan pasien yang terinfeksi menderita sakit berat sehingga tidak mematikan.

Varian baru virus Corona dari Inggris itu ditemukan sudah masuk ke Indonesia. Yakni menginfeksi dua TKI asal Karawang yang pulang dari Arab Saudi. Saat ini, kedua pasien sudah dinyatakan negatif. (fat/fat)