Ini Peran 8 Tersangka Kasus Kerumunan Ribuan Buruh di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 15:30 WIB
kerumunan warga dan buruh
Kerumunan buruh di PT SAI (Foto: Istimewa)
Mojokerto -

Polisi menetapkan 8 tersangka kasus kerumunan ribuan buruh di depan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) Mojokerto. Salah seorang tersangka menjabat kepala desa (Kades). Seperti apa peran masing-masing tersangka?

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, enam tersangka adalah Saiful (47), Mistun (56), Subandi (38), Alex Andrianto (29), Budi Wiyono (51), dan Jossy Muharyono (59). Mereka warga Desa Lolawang.

Tersangka ketujuh yaitu Muhammad Saiful Huda alias Londo (40), warga Desa/Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Sedangkan Kades Lolawang Sugiarto (55) menjadi tersangka kedelapan dalam kasus ini. Para tersangka mempunyai peran masing-masing dalam kasus kerumunan di depan PT SAI pada Senin (25/1) malam.

"Kades mengetahui kalau pintu gerbang PT SAI ditutup, digembok dan diblokir. Salah satunya menggunakan mobil Desa Lolawang. Kades juga memerintahkan tersangka Saiful datang ke PT SAI. Saat tak ada kesepakatan, Saiful bersama warga lainnya melarang dan menghadang karyawan sif 2 masuk," kata Dony kepada detikcom, Kamis (4/3/2021).

Tersangka Budi Wiyono ikut memblokade pintu gerbang pabrik kabel kendaraan (wiring harness) tersebut. Yaitu dengan memarkir mobil pikap miliknya di depan pintu gerbang pabrik yang terletak di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto itu.

Begitu juga yang dilakukan tersangka Jossy dan Muhammad Saiful alias Londo. Keduanya memblokade pintu masuk ke PT SAI dengan memarkir mobilnya di depan pintu gerbang pabrik.

Tersangka Mistun juga ikut memblokade pintu masuk ke PT SAI menggunakan mobil siaga Desa Lolawang. Dia menyiapkan rantai dan gembok untuk mengunci pintu gerbang tersebut. Mistun aktif menghadang karyawan PT SAI yang akan bekerja pada sif 2.

Tonton juga Video: Demo Warga di Mojokerto Picu Kerumunan Buruh

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2