38 Desa di Lamongan Masih Tergenang Banjir

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 12:20 WIB
banjir di lamongan
38 Desa di Lamongan masih tergenang banjir (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Desa yang terendam banjir akibat luapan Bengawan Njero di Lamongan mulai berkurang. Dari 62 desa berkurang menjadi 38 desa di enam kecamatan.

Enam kecamatan itu adalah Kecamatan Turi, Kalitengah, Deket, Karangbinangun, Karanggeneng, dan Glagah. Ketinggian air di 38 desa itu juga sudah berkurang. Dari ketinggian 50 cm menjadi 30 cm.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan masih ada genangan air di beberapa desa dan ke depannya akan diusahakan untuk segera diadakan perbaikan pada fasilitas-fasilitas pelayanan yang dianggap tidak layak.

"Pemerintah bersama instansi terkait akan terus berupaya dalam menanggulangi banjir di Lamongan agar secara bertahap supaya bisa segera teratasi, semoga usaha yang telah dilakukan ini dapat berjalan dengan lancar, kata Yuhronur Efendi usai meninjau desa-desa yang masih dilanda banjir, Kamis (4/3/2021).

Yuhronur mengatakan, beberapa fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas perbaikan pasca banjir di Lamongan. Beberapa fasilitas tersebut diantaranya adalah balai desa dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

"Kita melihat fasilitas kesehatan dan beberapa fasilitas pelayanan publik seperti Balai Desa Karanganom dan di Karangrejo Pustu-nya sangat tidak layak karena terkena banjir," ujar Yuhronur.

Yuhronur menambahkan, terkait perbaikan Balai Desa Karanganom, tahun ini akan mulai direhabilitasi melalui dana APBD. Kedepannya, menurut Bupati yang biasa disapa Yes ini, akan diusahakan untuk segera diadakan perbaikan pada fasilitas-fasilitas pelayanan yang dianggap tidak layak.

"Mudah-mudahan ini segera bisa kita perbaiki ya, supaya pelayan publik kembali normal dan lebih baik lagi," imbuhnya.

Yuhronur juga mengungkapkan rasa simpatinya terhadap desa yang terkena musibah banjir. Pemerintah, kata Yuhronur, bersama instansi terkait akan berupaya dalam menanggulangi banjir secara bertahap supaya bisa segera teratasi. Untuk percepatan penanganan banjir sendiri, terang Yuhronur, sejumlah upaya terus dilakukan diantaranya optimalisasi pintu air dan pompa, perbaikan infrastruktur lokasi yang telah surut, pendirian posko dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Waduk dan rawa sebagai tampungan air akan dikeruk guna meningkatkan kapasitasnya," terangnya. (iwd/iwd)