Menengok Pabrik Sirup Siropen Telasih Warisan Belanda di Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 11:05 WIB
pabrik sirup di surabaya
Pabrik Sirup Siropen (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Sirup merupakan minuman populer masyarakat Indonesia. Namun siapa sangka, ternyata pabrik sirup pertama berdiri di Jalan Meliwis, Surabaya. Hingga kini pabrik itu masih beroperasi.

Berdiri sejak tahun 1923 dengan nama Limoen J.C van Drongelen & Hellfach. Pabrik yang kini bernama Sirup Siropen Telasih dibangun oleh pria Belanda bernama J.C van Drongelen.

"J.C van Drongelen ini seorang pengusaha Belanda yang mendirikan pabrik. Tepatnya di tahun 1923," kata LM Alvian, Penanggungjawab Unit Sirup Siropen kepada detikcom, Kamis (4/3/2021).

"Hellfach itu pabrik botolnya. Jadi, kayaknya di sini dulu itu berdampingan ada pabrik botol ada pabrik limun dan sirup itu sehingga namanya jadi Limoen J.C van Drongelen & Hellfach," imbuh Alvian.

Menurut Alvian, seiring zaman, pengelolaan dan kepemilikan pabrik sirup di Surabaya sempat berpindah-pindah tangan. Itu dengan sesuai pemerintah penguasa waktu itu.

pabrik sirup di surabayaPabrik sirup di Surabaya/ Foto: Amir Baihaqi

Meski silih berganti pengelola, pabrik sirup tetap konsisten berproduksi hingga sampai kini. Dalam catatannya, pabrik sirup ini sempat direbut kembali oleh Belanda saat agresi. Namun pada akhirnya pabrik berhasil dinasionalisasi.

"Sempat diambil alih Jepang saat berkuasa. Terus Jepang kalah, kemudian diambil lagi Belanda. Nah, setelah kemerdekaan, ini dinasionalisasi oleh pemerintah Republik Indonesia dan akhirnya masuk di perusahaan daerah Provinsi Jatim," jelasnya.

Karena punya sejarah yang lama, terang Alvian, bangunan pabrik sirup Siropen kemudian didaftarkan sebagai cagar budaya. Surat Keputusan (SK) cagar budaya itu dikeluarkan wali kota Surabaya bernomor 188.45/75/436.1.2/2015.

Pendaftaran itu, terang Alvian, karena kekuatan Sirup Siropen bukan hanya di keaslian rasa sirup, namun juga ikatan sejarah yang mengiringinya. Untuk itu, ia berharap, bangunan yang sudah menjadi cagar itu juga bisa terakomodir sebagai obyek wisata sejarah.

"Kita daftarkan juga karena bagaimanapun ini kan kawasan Surabaya kota lama jadi sayang kalau tidak dikembangkan jadi satu objek yang sebenarnya bisa mengakomodir untuk wisata," tandas Alvian.

Simak juga 'Wedang Pokak, Sirup Alami Desa Kerpangan Leces Probolinggo":

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)