Jembatan Darurat Dibuat, Mobilitas Warga Terdampak Longsor Pasuruan Normal

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 23:26 WIB
Densus 88 Antiteror kembali menangkap terduga teroris di Surabaya. Di rumah terduga teroris berinisial N, petugas menemukan senjata laras panjang.
Jembatan darurat warga terdampak longsor di Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Selain menghancurkan kandang sapi, longsor dan banjir di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan juga menyebabkan jembatan desa rusak. Kerusakan akses utama antardusun itu menyebabkan 33 kepala keluarga (KK) terisolasi.

Warga memutuskan membangun jembatan dari bambu. Akses warga mulai normal meski sifatnya darurat.

"Warga sudah membangun jembatan darurat dari bambu. Harapan saya bisa segera ada bantuan terutama jembatan diperbaiki (permanen)," kata Kades Andonosari, Akhmad Pujianto, Senin (1/3/2021).

Kades menyatakan, longsor pada Hari Sabtu (27/2) pukul 16.00 WIB sebenarnya terjadi di 5 titik. Namun yang dampaknya parah menerjang kandang sapi dan merusak jembatan.

"Ada 5 titik longsor, yang pertama yang menimpa kandang sapi. Kemudian jembatan. Lalu ada badan jalan retak 10 sentimeter dengan panjang 35 meter, tinggi 5 meter. Selain itu ada di lokasi lain, badan jalan menyempit akibat longsor serta rumah warga roboh bagian belakang," terang Pujianto.

Pihaknya sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta BPBD Kabupaten Pasuruan. Tak ada korban jiwa dalam longsor tersebut, namun kerugian mencapai puluhan juta Rupiah.

(sun/bdh)