Korban Selamat Timbunan Longsor di Pasuruan Masih Trauma

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 20:15 WIB
longsor di pasuruan
Sumardi (baju biru) trauma saat sempat tertimbun longsor (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Longsor yang menerjang kawasan agrowisata Kabupaten Pasuruan, tepatnya Desa Andonosari, Kacamatan Tutur menyisakan trauma. Salah satu korban yang sempat tertimbun longsor mengaku masih merasa takut.

"Ya masih takut. Nggak nyangka (ada longsor). Saya sedang berada di kandang (saat kejadian)," kata Sumardi di rumahnya, Senin (1/3/2021).

Sumardi (65) merupakan pemilik kandang sapi yang hancur diterjang longsor di Pasuruan. Saat kejadian, Sabtu (27/2) pukul 16.00 WIB, ia berada dalam kandang. Kondisi saat itu hujan lebat di kawasan lereng Gunung Bromo tersebut.

Sumardi mengatakan saat kandang sapi diterjang longsor, ia dan sapi-sapi miliknya tertimbun bangunan ambruk dan lumpur. Beruntung warga mengetahuinya dan menolongnya. Sumardi dikeluarkan dari dalam kandang.

longsor di pasuruanWarga menyelamatkan ternak saat terjadi longsor (Foto: Dok. BPBD Pasuruan)

Setelah menyelamatkan korban, warga kemudian mengevakuasi sapi-sapi miliknya. Warga berusaha keras menyelamatkan sapi dari lumpur, kemudian memikulnya ke tempat aman.

"Saya luka lecet saja di tangan dan di kaki. Tapi masih nggak nyangka," ujar Sumardi sembari menunjukkan luka di tangan dan kakinya.

Sejumlah kerabat datang ke rumahnya. Mereka bersyukur korban selamat dari marabahaya.

Kades Andonosari, Akhmad Pujianto, mengatakan titik longsor di Pasuruan berada di ketinggian dengan jarak 50 meter dari kandang sapi. Material tanah meluncur ke bawah dan menerjang kandang sapi.

"Hujan lebat turun di kawasan pegunungan sejak pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba longsor datang dan menimpa kandang korban. Beruntung warga melihat kejadian itu dan langsung menyelamatkan korban dan hewan ternaknya," kata kades.

Ia mengatakan korban sudah membaik. BPBD telah membantu logistik yang bersangkutan.

"Kalau luka fisik hanya luka lecet. sekarang tinggal trauma," pungkasnya.

(iwd/iwd)