Ini Pernyataan Resmi PWNU Jatim Tolak Perpres Investasi Miras

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 19:13 WIB
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikap terkait Perpres Investasi Miras. Salah satu isinya yakni mendorong Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menolak kebijakan itu.
Foto: Istimewa (Dok PWNU Jatim)
Surabaya -

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi menyatakan sikap menolak Perpres Investasi Miras. Hal itu tertuang dalam pernyataan sikap bernomor 851/PW/A-II/L/III/2021.

Pernyataan sikap itu dikeluarkan, Senin, 1 Maret 2021 yang ditandatangani langsung oleh pengurus seperti Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Masjur, Khatib Syuriah KH Syafruddin Syarif, Ketua KH Marzuqi Mustamar dan Sektretaris A Muzakki.

Dalam pernyataan sikap itu, PWNU Jatim menyatakan menolak Perpres Investasi Miras dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi sebagai jam'iyyah diniyah ijtima'iyah. Ada 4 point dalam penyataan sikap tersebut.

Berikut 4 pernyataan sikap PWNU:

1. Menolak segala bentuk kebijakan yang mengarah kepada legalisasi minuman keras dan/atau minuman beralkohol yang sudah secara jelas diharamkan oleh agama dan menimbulkan kemudaratan bagi anak bangsa;

2. Mendorong pemerintah agar dalam memperkuat investasi ekonomi tidak menegasikan potensi kerugian dan/atau disinsentif pada pembangunan sumber daya manusia yang berketuhanan;

3. Mendorong Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk secara jelas, tegas dan bijaksana menyampaikan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang mengarah kepada legalisasi minuman keras dan/atau minuman beralkohol;

4. Menginstruksikan kepada warga nahdliyin di Jawa Timur untuk tetap menjaga situasi dan kondusivitas di lingkungan masing-masing demi ketertiban bersama, serta tidak terpancing untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan kepentingan bersama yang lebih besar.

Demikian surat pernyataan sikap ini dibuat untuk kemaslahatan bersama. Wallahul muwaffiq ila aqwamith tharieq Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.

Surabaya, 1 Maret 2021

(fat/fat)