Pakar Epidemiologi Sebut COVID-19 di Indonesia Masih Wabah, Belum Endemik

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 17:29 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Surabaya -

Berdasarkan penelitian pada Februari 2021, pandemi COVID-19 diprediksi akan menjadi endemik. Kasusnya tidak meningkat atau menurun namun tidak menghilang juga.

Lalu, bagaimana di Indonesia? Menurut Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo, di Indonesia mungkin saja terjadi endemik. Sebab, di Indonesia terdapat endemik dari kasus menular lainnya seperti malaria. Namun, untuk saat ini kasus COVID-19 di Indonesia belum bisa dikatakan sebagai endemik.

"Indonesia belum. Kita ini masih di atas 1 RT-nya (bilangan reproduksi efektif), masih wabah," kata Windhu saat dihubungi detikcom, Senin (1/3/2021).

"Strateginya kalau kita mau terkendali, katakan kita puas dengan endemik, kalau saya ndak puas, masa mau malaria masih seperti di Merauke kita takut ke sana karena endemik. Harusnya, meskipun penyakit itu ada tapi terkendali bukan endemik. Apa lagi belum terkendali sama sekali. Seperti RT di atas 1 seperti sekarang ini," tambahnya.

Windhu menjelaskan, penyakit menular disebut endemik saat nilai bilangan reproduksinya (RT) satu. Artinya satu orang yang terinfeksi menulari satu orang. Kemudian satu orang tersebut juga menulari satu orang lain. Saat ini, RT COVID-19 masih di atas satu. Artinya satu orang bisa menulari lebih dari satu orang lainnya.

"Untuk masyarakat awam gampangannya, kalau menulari lebih dari satu orang lainnya itu namanya wabah. Misalkan saya positif dan nulari dua orang, itu wabah. Tapi kalau saya sakit cuma nulari satu orang, dan orang yang saya tulari cuma nulari satu orang lainnya, itu namanya endemik. Tapi kalau satu orang menulari kurang dari satu orang, itu namanya terkendali. Harapan kita yang terakhir itu," jelasnya.

Menurut Windhu, strategi yang harus dilakukan ialah masifnya testing dan tracing, serta ketatnya protokol kesehatan. Artinya jangan selalu terpatok kepada vaksin, tetapi harus lebih masif dalam penanganan dan pencegahan.

"Endemik saja nggak tercapai. Istilahnya bukan barang bagus tapi oke lah kalau endemik satu orang nulari satu orang saja. Tapi itu pun nggak akan tercapai dan kita goal-nya jangan endemik. Meskipun WHO mengatakan nanti banyak negara yang endemik. Jadi negara-negara yang tidak mampu mengendalikan ya mungkin endemik," pungkasnya.

Simak juga Video: Suasana Vaksinasi Corona untuk Pelayan Publik di Bogor

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)