Tanggapan PWNU Jatim Soal Perpres Buka Investasi Miras di 4 Provinsi

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 09:30 WIB
RUU Larangan Minuman Beralkohol jadi salah satu RUU yang masuk dalam Prolegnas Prioritas 2021. RUU ini sendiri pun picu kontroversi di kalangan masyarakat.
Minuman beralkohol (Foto: Grandyos Zafna)
Surabaya -

Presiden Jokowi telah membuka gerbang investasi untuk minuman beralkohol atau minuman keras (Miras) di 4 provinsi. Hal itu ditandai dengan terbitnya Perpres No 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar belum mengerti detail perpres tersebut. Apabila Perpres invetasi miras itu bertujuan membatasi, maka itu hal yang baik.

"Kami persisnya belum tahu perpres itu kayak apa karena wartawan membahasakan macam-macam. Jadi di ulama NU kalau daripada itu (miras) beredar luas, lalu dilakukan pembatasan. Itu bahasa kita bukan legalisasi, tapi melokalisir. Daripada dibiarkan nanti masuk ke kampung santri, masuk ke kampung mana-mana," ujar Marzuki di Surabaya, Senin (1/3/2021).

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Marzuki MustamarKetua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar/ Foto: Faiq Azmi

Marzuki menjelaskan, bila memang tujuan Perpres untuk membatasi miras, dirinya menyebut bukan melegalkan minuman beralkohol, melainkan melokalisir.

"Miras hanya boleh beredar di sini, diproduksi di sini. Andai seperti itu redaksi dan keinginan presiden, maka istilah yang pas melokalisir bukan melegalkan," terangnya.

Pimpinan Ponpes Sabiilul Rosyad Malang ini mengharapkan pemerintah membatasi miras. Bila terus dibatasi, maka lama-lama peredaran miras akan hilang.

Simak video 'Catatan PAN Terkait Perpres Jokowi soal Investasi Miras':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2