Jurnalis di Lamongan Mulai Jalani Vaksinasi COVID-19

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 15:01 WIB
Jurnalis di Lamongan mulai menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Selain jurnalis, vaksinasi tahap dua dosis pertama yang sudah berlangsung selama tiga hari ini juga menyasar petugas pelayanan publik, pedagang hingga pengelola pasar.
Jurnalis di Lamongan menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan -

Jurnalis di Lamongan mulai menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Selain jurnalis, vaksinasi tahap dua dosis pertama yang sudah berlangsung selama tiga hari ini juga menyasar petugas pelayanan publik, pedagang hingga pengelola pasar.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Taufik Hidayat mengatakan, hari ini para jurnalis menjalani vaksinasi COVID-19 di RS Citra Medika Lamongan.

"Hari ini teman-teman jurnalis mendapat giliran untuk vaksinasi bersama petugas pelayanan publik dan juga pedagang dan pengelola pasar yang berlangsung di beberapa titik di Lamongan," kata Taufik kepada wartawan di sela-sela vaksinasi, Jumat (26/2/2021).

Taufik menyebut, pada vaksinasi tahap kedua ini total ada 207.302 sasaran. Namun, jumlah vaksin yang diterima Lamongan baru 9 ribu vial. Sehingga untuk saat ini yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin adalah yang sesuai dengan ketentuan yang ada di pusat.

"Kita harapkan awal Maret sudah selesai untuk injeksi pertama yang 9 ribu vial itu. Nanti diulang dua minggu berikutnya," imbuh Taufik.

Lebih jauh Taufik mengungkapkan, vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini tidak hanya terpusat di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes). Pihaknya juga langsung datang ke tempat atau instansi untuk jemput bola dan lebih mendekat ke sasaran vaksin.

"Beberapa tempat yang juga menjadi sasaran tempat atau lokasi vaksinasi seperti di pemkab dan sekretariat kita pusatkan di lantai 7 Pemkab Lamongan. Kemudian di Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, di Dinas Pendidikan dan besok juga di Dinas Lingkungan Hidup," terangnya.

Fasyankes seperti Puskesmas dan rumah sakit, menurut Taufik, juga masih tetap difungsikan sebagai lokasi vaksinasi COVID-19. Upaya ini selain bertujuan untuk mencegah banyaknya antrean, tapi juga agar penerima vaksin tidak perlu jauh-jauh datang ke Fasyankes dan mengurangi potensi kerumunan.

"Kalau dulu kan hanya Puskesmas dan rumah sakit, tapi sekarang ada kegiatan on the spot. Jadi daripada menuju layanan kesehatan nanti malah berkerumun dan risiko di jalan juga, maka tenaga kesehatan yang datang ke tempat itu," ujarnya.

Sementara Direktur Rumah Sakit Citra Medika Lamongan (RSCML), dr Firas Azhaar Aghnia mengatakan, selama vaksinasi COVID-19 belum ada penerima vaksin di RSCML yang mengeluhkan efek samping yang berat. "Untuk efek samping alhamdulillah belum ada, sehat semua, tidak ada efek samping yang berat seperti alergi atau reaksi anafilaktik," kata Firas.

Simak Video: Awak Media Cerita Pengalaman Usai Divaksinasi

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)