Pencari Porang Hilang di Hutan Banyuwangi, Warga Juga Rasakan Hal Mistis

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 21:01 WIB
Nurul Machrus (39) merupakan pencari bibit porang yang sempat hilang di hutan Banyuwangi. Kini ia menceritakan apa yang dialami selama di dalam hutan.
Nurul Machrus (kiri)/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Nurul Machrus (39) merupakan pencari bibit porang yang sempat hilang di hutan Banyuwangi. Selain pria hilang itu, warga yang mencarinya juga merasakan hal mistis.

Sebelum Nurul ditemukan dini hari tadi, warga Dusun Sumbernanas, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro merasakan beberapa hal berbau mistis. Di antaranya, warga mendengar teriakan perempuan dari arah hutan. Selain itu, saat sudah bertemu Nurul, warga sempat tidak bisa pulang, karena jalan yang dilalui mereka sebelumnya tertutup rerimbunan.

Namu (68), bapak mertua Nurul menyatakan, proses ditemukannya korban sangat rumit. Tidak masuk dalam logika masyarakat kebanyakan. Pada malam sebelum Nurul ditemukan, dirinya mendengar sebuah teriakan minta tolong dari arah hutan. Padahal, jarak terdekat antara rumah warga dengan hutan lebih dari 1 kilometer. Suara yang terdengar pun suara seorang wanita, bukan suara Nurul.

Namu yang penasaran kemudian bertanya kepada anak dan cucunya. Rupanya, mereka juga mendengar suara serupa. Tak sampai di situ saja, warga kampung juga mendengar suara itu. Seluruh warga keluar rumah.

"Warga itu ramai-ramai mencari di hutan tapi tidak ketemu. Lalu pulang. Sekitar jam 11 malam ada suara wanita berteriak dari arah hutan. Ternyata warga sekampung juga mendengarkannya," kata Samu, Kamis (24/2/2021).

Berbekal senter dan pencahayaan lainnya, puluhan warga memasuki hutan. Suara tersebut berganti menjadi suara seorang pria. Yakni suara Nurul. Namun anehnya, warga sekitar melihat Nurul berlarian menjauhi warga. Hingga akhirnya, Namu menangis dan berteriak memohon Nurul untuk berhenti berlari.

Saking kencangnya berlari, rombongan warga pun berhenti. Bukan karena tidak sanggup mengejar, namun jalur pelarian Nurul tidak layak untuk diikuti. Nurul menerjang semak belukar dan rerumputan tinggi.

Bahkan, jalur Nurul berlari tidak menimbulkan bekas apa pun. "Dikejar warga malah anak saya berlari menjauh. Setelah itu saya panggil dia, saya bilang 'kalau dia anak saya dan saya minta untuk berhenti'. Barulah berhenti," kata Namu.

Kejadian aneh lainnya dirasakan saat warga sudah bertemu dengan Nurul. Mereka tak bisa pulang karena jalur sudah tertutup dengan semak belukar. Dengan menggunakan parang yang dibawa Nurul, akses jalan menuju pulang akhirnya ditemukan.

"Waktu mau pulang, kami semua sempat kebingungan. Karena tidak ada jejak apa pun. Satu pun rumput yang terpijak juga tidak tampak," kata Namu.

Saksikan juga 'Top! Pria di Madiun Jadi Miliarder Setelah Budidaya Porang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2