Ahli Waris di Jombang Minta Kemensos Tepati Janji Santunan COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 20:43 WIB
ahli waris santunan covid-19
Suhesti Ningrum, ahli waris ibunya yang meninggal karena COVID-19 (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Para ahli waris dari 57 pasien meninggal dunia karena COVID-19 harus gigit jari karena Kemensos batal mencairkan santunan. Meski begitu, para ahli waris meminta pemerintah menepati janji tahun lalu untuk mencairkan santunan Rp 15 juta per pasien.

Seperti yang dikatakan Totok Norma, warga Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang. Dia mengaku telah mengurus semua persyaratan agar menerima santunan COVID-19 untuk kematian istrinya, Nurul Habibah. Nurul meninggal dunia karena COVID-19 di RSUD Jombang pada 25 Desember 2020.

Totok pun menyetorkan semua persyaratan ke Dinas Sosial Kabupaten Jombang. Karena dia dijanjikan akan menerima santunan Rp 15 juta dari Kemensos.

"Tapi sampai sekarang tidak ada konfirmasi. Tadi pagi kami datang lagi ke Dinsos menanyakan kelanjutan santunan, ternyata tak ada kelanjutan. Malah dibilang dana santunan ditiadakan," kata Totok kepada wartawan di rumahnya, Rabu (24/2/2021).

ahli waris santunan covid-19Totok Norma, ahli waris istrinya yang meninggal karena COVID-19 (Foto: Enggran Eko Budianto)

Meski telah tahu santunan COVID-19 telah dihapus tahun ini, Totok tetap berharap menerima dana tersebut. "Istri saya meninggal 2020, harusnya menerima santunan, itu hak kami. Kalau tahun ini tidak ada, kan tahun 2020 ada. Tolong dicairkan secepatnya," tegasnya.

Harapan yang sama dilontarkan Suhesti Ningrum (31), ahli waris korban meninggal dunia akibat COVID-19. Dia mengajukan santunan untuk kematian ibunya, Sumarmi di RSI Jombang pada 22 Desember 2020.

"Saya mengurus sampai ke Dinas Sosial Jombang katanya ada santunan Rp 15 juta. Sampai sekarang belum ada," terang perempuan asal Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2