Pasutri di Kota Malang Punya 15 Anak, Kartu Keluarganya 2 Lembar

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 16:47 WIB
Pasutri di Kota Malang memiliki 15 anak. Kartu Keluarga (KK) mereka dua lembar karena tidak cukup mencatat seluruh anggota keluarga.
Keluarga besar Mulyono (46)/Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Malang -

Pasutri di Kota Malang memiliki 15 anak. Kartu Keluarga (KK) mereka dua lembar karena satu lembar tidak cukup untuk mencatat seluruh anggota keluarga.

Tentang pasutri Mulyono (46) dan Partina (45) ini tengah menjadi perbincangan di media sosial. Terlebih setelah video soal 15 anak itu diunggah akun TikTok @@arrrrrrrrrrrr_12 milik Ariyana (23). Ia merupakan anak ketujuh dari pasutri tersebut.

Mulyono menyampaikan, Kartu Keluarga tercetak dengan alamat Jalan Kiai Tamin 1c Nomor 20, RT 06 RW 10, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sementara kini, Mulyono bersama istri dan 9 anaknya tinggal di Jalan Krakatau, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Tiga anak yang lain sudah berkeluarga, dan tiga lagi sudah bekerja. Mereka tinggal terpisah.

Pasutri di Kota Malang memiliki 15 anak. Kartu Keluarga (KK) mereka dua lembar karena tidak cukup mencatat seluruh anggota keluarga.Pasutri di Kota Malang memiliki 15 anak/ Foto: Muhammad Aminudin/detikcom

"KK pakai alamat kontrakan dulu di Jalan Kiai Tamin. Tercetak dua lembar, karena halaman satu tidak muat. Sehingga dibuatkan lembar kedua," ujar Mulyono saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (24/2/2021).

Mulyono juga orang yang bisa dibilang tertib administrasi kependudukan. Semua putra putrinya sudah memiliki akta kelahiran. Anak sulungnya berusia 32 tahun dan yang bungsu berusia 4 tahun.

"Dari 15 anak, terdiri dari laki-laki 6 orang dan perempuan 9 orang. Yang ikut tinggal di sini 9 orang," kata pria kelahiran Sambas, Kalimantan Barat ini.

Selama 33 tahun menikah, Mulyono dan Partina dikaruniai 17 anak. Namun dua anak meninggal dunia. Yakni anak nomor tiga dan 17. Anak terakhir itu meninggal pada 19 November 2020.

Keluarga besar ini mengaku bahagia. "Pusing dengan keseharian memang iya. Tapi disyukuri saja, karena ini kehendak Allah SWT," pungkas Partina.

(sun/bdh)