Trauma Banjir Nganjuk Susulan, Warga Memilih Bertahan di Pengungsian

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 13:09 WIB
banjir di nganjuk
Pengungsi banjir Nganjuk di lokasi pengungsian (Foto: Sugeng Harianto)
Nganjuk -

Sebagian korban banjir Nganjuk masih bertahan di pengungsian. Mereka memilih bertahan di posko pengungsian SMA Kecamatan Berbek Jalan Raya Berbek karena trauma banjir susulan.

"Ini masih ada yang bertahan mengungsi kalau malam hari biasanya banyak karena trauma hujan,' ujar Jumadi, Ketua RW 4 Dusun Pogalan, Desa Sendang Bumen, Berbek kepada detikcom, Kamis (18/2/2021).

Jumlah pengungsi yang ada di SMA Berbek, kata Jumadi, jika malam hari tidak hujan ada sekitar 20. Sedangkan saat hujan pada malam hari jumlah pengungsi, lanjut Jumadi, bisa mencapai ratusan karena trauma terjadi banjir susulan.

"Kalau situasi hujan malam pengungsi bisa ratusan di sini (SMA Berbek), kalau Ndak hujan sekitar 20-an," kata Jumadi.

Jumadi mengatakan saat ini pembersihan lumpur yang di jalan kampung dan rumah warga belum selesai dilakukan warga. Pembersihan melibatkan tim BPBD dan relawan menggunakan alat berat.

"Ini masih belum selesai pembersihan lumpur. Melibatkan alat berat,' jelasnya.

Jumadi menambahkan wilayah desanya memang paling parah terkena banjir. Di RW nya ada tiga RT dengan 153 KK yang terendam banjir yakni RT 9, 10, dan 11. Ketinggian banjir antara 30 cm-2 meter.

"Memang paling parah tiga RT di RW saya. Ada 153 KK terdampak, makanya lumpur sangat tebal hampir 60 cm," tandasnya.

Sebelumnya banjir Nganjuk merendam 9 Desa di tiga kecamatan yakni Kecamatan Berbek, Loceret, dan Nganjuk kota.

(iwd/iwd)