Pertumbuhan Kubah Lava Semeru, Warga Diimbau Tak Beraktivitas di Radius 1 KM

Nur Hadi Wicaksono - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 20:39 WIB
Petugas dari PVMBG Bandung melakukan kegiatan mitigasi bencana Gunung Semeru
Gunung Semeru ditutup kabut (Foto file: Nur Hadi Wicaksono/detikcom)
Lumajang -

PVMBG Bandung menyebut pertumbuhan kubah lava Gunung Semeru berpotensi terjadi guguran awan panas, lava pijar serta banjir lahar saat hujan. Akibatnya, aktivitas Gunung Semeru didominasi terjadi letusan, embusan dan kegempaan vulkanik.

"Meski ada pertumbuhan kubah lava, status Gunung Semeru hingga kini masih waspada level II," kata Petugas PVMBG Bandung Sofyan Primulyana kepada detikcom usai mitigasi di pendopo Kecamatan Candipuro dan diikuti anggota TNI, Polri, kepala desa, Senin (15/2/2021).

Petugas merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 KM dan di sektor lereng selatan-tenggara yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru atau sejauh 5 KM.

Petugas dari PVMBG Bandung melakukan kegiatan mitigasi bencana Gunung SemeruSungai Curah Kobokan di lereng Semeru/ Foto: Nur Hadi Wicaksono

"Selain itu masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 KM dan di wilayah sejauh 5 KM di sektor lereng selatan-tenggara," tambahnya.

Sofyan juga mengimbau warga tetap mewaspadai guguran awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Yang perlu diantisipasi guguran awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Warga dan penambang selalu menjauh saat ada kejadian," tegasnya.

(fat/fat)