Asal Usul Telaga Ngebel Mendapatkan Namanya

Asal Usul Telaga Ngebel Mendapatkan Namanya

Charoline Pebrianti - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 10:53 WIB
telaga ngebel
Telaga Ngebel (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo - Telaga Ngebel merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Ponorogo. Namun siapa sangka Ngebel bukanlah nama asli telaga tersebut. Jadi, apa nama asli telaga tersebut dan bagaimana ceritanya?

"Telaga Ngebel kalau dalam masyarakat lokal disebut Telaga Nglingi," kata Budayawan Ponorogo Gondo Puspito kepada detikcom, Sabtu (13/2/2021).

Gondo menjelaskan kenapa disebut Telaga Nglingi sebab secara teritorial luasan telaga berada di Dukuh Nglingi, Desa/Kecamatan Ngebel.

"Nglingi artinya ngelingi atau mengingat peristiwa besar terjadinya telaga yang dikenal dengan legenda Baruklinting," ujar pria 40 tahun ini.

Namun seiring bertambahnya waktu, lanjut Gondo, warga lebih mengenal Telaga Ngebel. Karena berada di Kecamatan Ngebel. Luas telaga sendiri mencapai 150 hektare dan berada di ketinggian 610 mdpl. Berjarak 24 kilometer ke arah timur dari pusat kota Ponorogo.

telaga ngebelTelaga Ngebel (Foto: Charoline Pebrianti)

"Sementara kata Ngebel berasal dari kata ngembel atau berair," kata Gondo saat ditemui di rumahnya, Jalan Kiai Solihin, Dukuh Tawangsari Kelurahan Paju, Kecamatan Kota.

Sebelum ada jalan yang melingkari Telaga Ngebel, lanjut Gondo, warga setempat sempat membuat jalan penghubung di salah satu sudut telaga. Jalan itu saat ini dikenal dengan nama Watu Mambang.

Watu Mambang mempunyai kisah sendiri. Kisahnya bermula saat Ronggo Dadung atau Ronggo Tali merobohkan kayu hutan untuk menjadi sebuah jembatan. Kemudian Ronggo Dadung menggali untuk menutup kayu tadi. Kejadian ini jauh sebelum Belanda datang ke Ngebel.

"Berawal dari inilah watu kemambang atau wot (jembatan) ini terjadi. Karena untuk akses transportasi lingkar telaga," tukas Gondo.

Gondo mengatakan secara toponimi, Kecamatan Ngebel mempunyai dua desa yakni Gondowindo dan Ngebel. Desa Gondowindo mempunyai sejumlah dukuh yakni Dukuh Nglingi, Dacan, Trungo, Dawuk, Batik, Brambang, dan Bliket. Sementara Desa Ngebel hanya mempunyai dua dukuh yakni Dukuh Sekodok dan Sobo.