Diterjang Banjir Lahar Hujan Semeru Bertubi-tubi, Tanggul Sungai Leprak Jebol

Nur Hadi Wicaksono - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 17:31 WIB
Tanggul penahan banjir lahar di Sungai Leprak Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro, jebol
Tanggul sungai di Semeru jebol (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom)
Lumajang -

Tanggul penahan banjir lahar dingin Sungai Leprak Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro, Lumajang, jebol. Jebolnya tanggul penahan lahar sepanjang 200 meter di bawah kaki Gunung Semeru ini lantaran kerap ada banjir lahar hujan.

Warga pun resah, sebab khawatir banjir itu meluap ke pemukiman dan membahayakan keselamatan warga. Padahal sungai tersebut masih menyimpan material vulkanik.

"Penyebab jebolnya tanggul penahan banjir di Sungai Leprak karena derasnya banjir lahar Gunung Semeru yang datang berkali-kali. Warga khawatir kalau jebol, (Banjir) bisa mencapai ke pemukiman warga," ujar Muhammad Heru, warga Desa Sumber Wuluh kepada detikcom, Rabu (10/2/2021).

Sementara BPBD Lumajang sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan sudah mengajukan perbaikan tanggul secara permanen ke Provinsi Jawa Timur. Mengingat potensi banjir lahar hujan masih bisa terjadi. Apalagi material vulkanis Gunung Semeru masih menumpuk di Sungai Curah kobokan yang merupakan hulu Sungai Leprak.

"BPBD Lumajang sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan akan mengajukan perbaikan secara permanen tanggul Sungai Leprak yang terkikis sepanjang 200 meter ke Provinsi Jawa Timur," ujar Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BBPD Lumajang, Wawan Hadi Siwoyo.

Sungai Leprak, salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dialiri banjir lahar hujan Gunung Semeru. Petugas mengimbau warga di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaannya saat banjir lahar hujan Gunung Semeru.

"Kita mengimbau kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai yang dialiri banjir lahar Gunung Semeru untuk mewaspadai bahaya bencana banjir lahar gunung Semeru saat terjadi hujan," pungkasnya.

Lihat Video: Mobil Terseret Lahar Dingin Semeru, BPBD: Tak Ada Korban Jiwa

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)