Cegah COVID-19 dengan Obat Kumur, Amankah untuk Penderita Tiroid?

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 08:58 WIB
obat kumur
Foto: shutterstock
Surabaya -

Masyarakat terus diimbau tetap menjaga kebersihan saat pandemi COVID-19. Selain menjalankan sesuai anjuran pemerintah, tak sedikit masyarakat mengantisipasi terpapar dengan cara menjaga kebersihan mulut.

Beberapa waktu lalu, beberapa masyarakat percaya, jika obat kumur bisa mencegah masuknya virus COVID-19 melalui mulut. Salah satu bahan yang terkandung dalam obat kumur adalah Povidone-Iodine (PVP-I).

Lalu, apakah obat kumur yang memiliki kandungan PVP-I bisa menyebabkan gangguan tiroid pada tubuh?

Dokter anastesi RSU dr Soetomo Surabaya, dr Christrijogo Sumartono W menjelaskan efek tersebut akan terjadi pada seseorang yang mengalami tiroid beracun atau (toksik goiter). Yakni adanya pembesaran kelenjar tiroid disertai adanya peningkatan produksi hormon tiroid melebihi ambang normal, sehingga terjadi suatu keadaan hipertiroid.

"Gangguan tiroid itu terjadi karena adanya rangsangan pada tiroid. Biasanya hal ini terjadi pada seseorang yang mengalami gondok beracun. Selain adanya pembesaran kelenjar di leher, ada tanda lain seperti jantung berdebar, sering berkeringat, dan lain-lain," kata Chris, Selasa (9/2/2021).

Penggunaan obat kumur dengan kandungan tersebut bisa dilakukan siapa saja, termasuk untuk ibu hamil. Hanya saja obat kumur tersebut hanya untuk kumur dan tidak boleh sampai masuk ke dalam tenggorokan.

"Penggunaan obat kumur secara medis diperbolehkan, tapi bukan kewajiban, bahwa mematikan virus itu dengan obat kumur. Yang jelas selama kita memproteksi diri, menerapkan protoko─║ kesehatan 5M dengan benar, maka kuman atau virus tidak akan masuk. Dan satu lagi yang perlu digarisbawahi obat kumur untuk mencegah aja, sedabgkan untuk membunuh virus ya dengan sabun dan alkohol," jelasnya.

Namun, untuk penggunaan obat kumur di masa pandemi saat ini memang sangat dianjurkan. Selain bisa mencegah masuknya virus ke dalam tubuh, obat kumur juga dapat menyegarkan napas, dan mencegah bau mulut.

"Jadi penggunaan obat kumur ini dianjurkan. Hanya saja dia membunuh kuman atau virus yang menempel di permukaan tenggorakan. Tapi kalau sudah masuk di dalam saluran tenggorkan, virus nggak mati," pungkasnya.

Simak video 'Respons Pakar IDI soal Prediksi Corona RI Selesai 10 Tahun Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)