Terperosok di Trotoar yang Ambrol, Pedagang Bunga di Blitar Ditemukan Tewas

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 07:54 WIB
Terperosok Trotoar Jeblok diatas Got,  Pedagang Bunga di Blitar Tewas
Pedagang tewas jatuh (Foto: Istimewa)
Blitar -

Seorang pedagang bunga ditemukan tewas mengambang di saluran air. Korban diduga terperosok got di depan tokonya yang berlubang dan terseret derasnya air usai hujan.

Penemuan jasad Yuliani (50), mengegerkan warga yang melintas di Jalan Mawar, Kota Blitar. Seorang penjual pecel yang bersiap membereskan dagangannya membuang air di saluran itu. Dia melihat sesosok mayat mengambang dengan kondisi tengkurap sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (8/2/2021).

Temuan itu dilaporkan ke Polsek Sukorejo. Proses evakuasi korban menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas. Lalu lintas sempat macet sesaat dan timbul kerumunan. Petugas pun bergegas membubarkan kerumunan dan mengatur jalannya lalu lintas. Jasad korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Mardi Waluyo.

"Saat proses evakuasi itu ada warga yang mengenali sebagai tetangganya. Korban bernama Yuliani, usia 50 tahun. Warga RT 02 RW.05 Kelurahan/ Kecamatan Sukorejo Kota Blitar," jawab Kapolres Blitar, AKBP Dr Yudhi Hery Setiawan dikonfirmasi detikcom, Selasa (9/2/2021).

Korban yang diketahui sebagai penjual bunga ini merupakan penyandang disabilitas. Dari keterangan keponakannya, sekitar pukul 16.00 WIB korban masih terlihat di tokonya. Namun sesaat terdengar suara berdebum seperti benda yang terjatuh di depan toko. Sayangnya, sang keponakan tidak mencari tahu apa yang terjadi dan sumber bunyi itu berasal.

Di depan toko bunga itu terdapat saluran air atau got pembuangan yang tertutup trotoar. Lebarnya 1,5 meter dengan kedalaman 2 meter. Kondisi trotoarnya rusak atau jeblok. Arus airnya sangat deras karena habis hujan sejak pagi hingga menjelang sore.

"Dari hasil pemeriksaan luar tim medis, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Kami menduga, korban terperosok trotoar yang rusak lalu masuk got dengan posisi tertelungkup. Tubuhnya terseret arus deras saluran air. Posisi jasad ditemukan radius 600 meter dari depan rumahnya," pungkasnya.

(fat/fat)