Persiapan PPKM Mikro di Jatim, Kampung Tangguh Akan Dioptimalkan Lagi

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 21:40 WIB
Jubir Satgas COVID-19 Jatim dr Makhyan Jibril
Jubir Satgas COVID-19 Jatim dr Makhyan Jibril (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya - Satgas penanganan COVID-19 mengungkapkan bakal melaksanakan PPKM mikro sesuai keputusan dari Presiden Jokowi. Lalu bagaimana persiapan PPKM mikro di Jawa Timur yang akan dilaksanakan pada Selasa (9/2) mendatang?

Jubir Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril menjelaskan bahwa pelaksanaan PPKM mikro saat ini masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Atau sebaliknya, format akan diserahkan sepenuhnya ke daerah dan tinggal menerjemahkannya saja.

"Persiapannya pertama, kita menunggu instruksi dari pusat. Apakah ada format top down seperti dulu, karena dulu PPKM itu kan top down ya dari Kemendagri. Nah PPKM ini kita akan masih melihat top down lagi atau inisiatif kembali ke daerah masing-masing dalam menerjemahkannya. Itu yang masih kita tunggu," ujar Jibril kepada detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Meskipun begitu, lanjut Jibril, pada pelaksanaan PPKM mikro, pihaknya diperkirakan akan melaksanakan sejumlah instrumen-instrumen yang sudah ada. Salah satunya yakni dengan mengoptimalkan kampung tangguh selama ini.

"Untuk PPKM yang ada di Jatim, formatnya kita akan menyesuaikan dengan instrumen-instrumen yang sudah ada. Karena kita kan sudah punya kampung tangguh sebenarnya di Jatim. Dari dulu konsep skala mikro kita sudah menggunakan satuan-satuan terkecil ya seperti kampung tangguh itu," paparnya.

"Kita sudah ada 3.050 kampung tangguh. Kan ini sudah kita bangun dan sudah jadi terus kan kemudian sudah turun kampung tangguh juga supportnya juga turun. Nah kita akan pertimbangkan lagi mensupport lagi," tandas Jibril.

Sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan akan dilaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro mulai Selasa (9/2). Kebijakan ini didasari keputusan dari Presiden Jokowi.

"Berdasarkan keputusan dari Presiden kita, bahwa mulai tanggal 9 Februari ini akan dilaksanakan PPKM skala mikro. Artinya harus ada posko di desa, posko yang mendampingi puskesmas, yang mendampingi tim pelacak, sehingga mereka yang diisolasi atau dikarantina harus 14 hari memang harus dikurung. Tapi kalau dikurung harus dikasih makan, harus diawasi, maka di sini persoalannya," ujar Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Nasional, Alexander K Ginting, dalam webinar yang ditayangkan saluran YouTube BNPB, Jumat (5/2/2021).

Lihat juga Video: Satgas COVID-19: PPKM Mikro Mulai 9 Februari, Harus Ada Posko di Desa

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)