100 Karyawan RSUD Ponorogo Tak Bisa Disuntik Vaksin COVID-19

Charolin Pebrianti - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 13:02 WIB
Sebanyak 100 karyawan RSUD dr Harjono Ponorogo tidak bisa disuntik vaksin COVID-19. Sebab, mereka tidak masuk kategori yang diperbolehkan divaksin sesuai SE Kemenkes.
Vaksinasi COVID-19 di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Sebanyak 100 karyawan RSUD dr Harjono Ponorogo tidak bisa disuntik vaksin COVID-19. Sebab, mereka tidak masuk kategori yang diperbolehkan divaksin sesuai SE Kemenkes.

Direktur RSUD dr Hardjono Ponorogo, dr Made Jeren menjelaskan, total karyawan RSUD ada 700 orang. Sebanyak 600 orang bakal divaksin.

"Sedangkan 100 orang tidak bisa divaksin karena tidak sesuai kategori. Mereka ada yang punya komorbid," kata Made kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Made menambahkan, vaksin Sinovac ini memiliki banyak batasan. Di antaranya tidak boleh ke orang yang pernah terkonfirmasi positif COVID-19, harus berusia 18-59 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit penyerta. Seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, penyakit ginjal, stroke, hepatitis kronis tumor, epilepsi, penyakit autoimun, maupun penyakit kronis lainnya.

Lalu tidak pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat-obatan dan vaksin. Berada dalam kondisi sehat saat hari pemberian vaksin COVID-19 dan tidak sedang hamil.

"Target Dinkes mulai hari ini sampai Minggu jadi 4 hari. Harapannya sehari bisa selesai 200 orang," terang Made.

Menurutnya, hari pertama vaksinasi COVID-19 untuk para nakes di RSUD tidak memiliki kendala. Hanya saja alurnya belum lancar.

"Semoga besok-besok lebih lancar alurnya," imbuh Made.

Kelompok pertama penerima vaksin COVID-19 untuk RSUD, lanjut Made, diprioritaskan kelompok dokter, IGD serta karyawan yang masuk ke dalam tim penanganan pasien COVID-19.

"Setelah vaksinasi istirahat 30 menit, jika ada keluhan harus disampaikan. Jika tidak ada ya bisa langsung aktivitas kembali," papar Made.

Tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) juga disiagakan di RSUD. Menjaga jika sewaktu-waktu butuh penanganan khusus. "Jika ada Kipi langsung bisa ke IGD," pungkas Made. (sun/bdh)