Imbas Tol Surabaya-Gempol Longsor, Truk Besar Padati Jalan Protokol Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 11:18 WIB
tol surabaya-gempol longsor
Truk trailer masuk ke jalan protokol akibat penutupan tol Surabaya-Gempol imbas longsor (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Arus lalu lintas jalan protokol di Kota Pahlawan terpantau padat oleh kendaraan-kendaraan besar. Itu terjadi karena imbas dari penutupan sementara jalur Tol Surabaya-Gempol longsor.

Pantauan detikcom, terjadi kepadatan di Bundaran Cito, Waru. Sebab sejumlah truk dari arah Wonokromo dan Waru, Sidoarjo banyak yang melintas dan bercampur dengan kendaraan pribadi baik roda 4 dan roda 2.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra menyebut kepadatan volume memang saat ini terjadi di sejumlah jalan protokol. Menurutnya itu akan berlangsung sejak pagi hingga sore nanti.

"Ya memang terjadi kepadatan khususnya pada pagi hari dan sore hari. Karena dampak dari amblesnya ruas tol KM 6.200 sehingga untuk kendaraan kelas 2 dan 3 itu dialihkan ke jalan protokol," terang Teddy kepada detikcom, Kamis (28/1/2021).

Menurut Teddy, sejumlah titik kepadatan jalan itu terjadi antara lain di pintu keluar Tol Dupak-Demak, Pasar Tembok, Pasar Kembang, Diponegoro, Wonokromo hingga Waru. Meski begitu, pihak Satlantas Polrestabes Surabaya telah mengantisipasinya sehingga kepadatan imbas tol Surabaya-Gempol longsor tidak mengakibatkan kemacetan.

"Kepadatan mulai dari keluar tol Dupak-Demak kemudian kita arahkan ke jalur Pasar Tembok, Pasar Kembang, Diponegoro, Wonokromo sampai ke arah selatan Cito Bundaran Waru," ujar Teddy.

"Tapi kami sudah antisipasi dengan tempatkan personel di titik-titik tersebut membantu kelancaran," tambahnya lagi.

Atas kepadatan arus lalu lintas itu imbas dari tol Surabaya-Gempol longsor, Teddy mengimbau kepada masyarakat agar ekstra hati-hati dan tertib jika sedang berkendara di jalur protokol. Itu karena saat ini jalan protokol dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan besar.

"Sekaligus imbauan karena dampak akses ruas protokol dimasuki oleh kendaraan-kendaraan besar. Jadi masyarakat agar lebih tertib dan hati-hati saat melintas di jalan protokol. Karena banyak kontainer, truk gandeng yang lalu lalang," tandas Teddy.

(iwd/iwd)