Vaksinasi COVID-19 ke Nakes Surabaya Ditargetkan Selesai pada 29 Januari

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 22:19 WIB
Pemkot Target 3 Minggu Rampungkan Vaksinasi Kepada Nakes
Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya -

Vaksinasi COVID-19 sudah dilakukan kepada belasan ribu nakes di Surabaya. Tepatnya 15,598 nakes hingga hari ini.

Jumlah SDM kesehatan yang telah mendapat e-tiket sebanyak 25.273 orang. Baik nakes maupun non-nakes seperti staf office, driver hingga petugas kebersihan di fasyankes Surabaya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mentargetkan, seluruh SDM kesehatan yang memiliki e-tiket selesai divaksin pada akhir bulan ini. Terutama pelaksanaan suntik vaksin di tingkat rumah sakit.

"Perkiraan akan selesai vaksinasi COVID-19 semua sasaran yang telah memperoleh elektronik tiket (e-tiket) tanggal 29 Januari. Kita terus upayakan percepatan," kata Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita, Selasa (26/1/2021).

Fenny, sapaan akrabnya menjelaskan, saat ini vaksinasi COVID-19 sudah tidak menggunakan SMS blast, melainkan e-tiket. Setelah calon penerima vaksin mendapatkan e-tiket dari pemerintah pusat, akan diatur oleh Dinkes Surabaya, mulai dari pendaftaran, pencatatan, pelaksanaan hingga pelaporan saat ini dikelola oleh sistem aplikasi P-Care.

Data tersebut diperoleh melalui aplikasi Satu Data Pemerintah Pusat (PUSDATIN/KPC-PEN). Kemudian pemerintah pusat akan memberikan data melalui e-tiket kepada Dinkes Surabaya.

"Data e-tiket yang diterima Dinkes akan dicocokkan dan disinkronkan dengan data SISDMK yang kita miliki. Baru setelah itu, kita kembalikan ke RS atau Fasyankes untuk melakukan vaksinasi pada calon penerima vaksin," jelasnya.

Berikutnya, untuk verifikasi, saat datang ke fasyankes wajib menunjukkan NIK untuk pengecekan ulang dalam vaksinasi COVID-19. Jika saat di-input nama calon penerima vaksin sudah ada di P-Care dan telah memiliki e-tiket, maka dinyatakan lolos screening tahap satu.

"Apabila saat di-input NIK-nya belum keluar identitas di P-Care maka yang bersangkutan belum mendapatkan e-tiket maka tidak bisa divaksin. Walaupun sudah terdaftar dalam sistem informasi tetapi belum mendapatkan e-tiketnya. Jadi kalau belum dapat e-tiket datanya tidak ada di P-Care," pungkasnya.

(sun/bdh)